Marco Bezzecchi tampil dominan di sesi kualifikasi MotoGP San Marino di Misano, mencatatkan lap tercepat 1m29.982s dan memecahkan rekor lap yang sebelumnya dipegang Pecco Bagnaia. Pembalap Aprilia itu mengalahkan rival utamanya, Marc Marquez, dengan selisih 0,198 detik.
Sejak awal Q2, Bezzecchi langsung menunjukkan tajinya. Ia menjadi pembalap pertama yang menembus lap 1m29s di Misano, memanfaatkan slipstream dari rekan setimnya, Jorge Martin. Kecepatan itu memberinya keunggulan besar, sehingga ia tak perlu mengambil risiko berlebihan di run kedua. Meski selisih akhir menyusut, tak ada yang mampu mendekati waktunya.
Marc Marquez harus puas start dari posisi kedua setelah sempat melakukan kesalahan di awal run kedua. Namun, pembalap Ducati itu bangkit dan menorehkan lap tercepat kedua, tertinggal dua persepuluh detik. Kejutan datang dari Fermin Aldeguer yang menempati posisi ketiga untuk Gresini Ducati. Aldeguer, yang menggunakan motor Ducati tahun lalu, berhasil melewati Q1 dan menemukan tambahan dua persepuluh detik di Q2, mencatatkan barisan depan keduanya musim ini.

Fabio Di Giannantonio (VR46 Ducati) finis keempat meski terjatuh di akhir sesi, di depan Jorge Martin yang upayanya di lap terakhir gagal di Tikungan Tramonto. Luca Marini tampil impresif untuk Honda di posisi keenam, diikuti Pedro Acosta yang kembali memimpin barisan KTM di urutan ketujuh. Franco Morbidelli, rekan setim Di Giannantonio, berada di posisi kedelapan dan akan menjalani hukuman long-lap pada balapan Minggu karena menghalangi Enea Bastianini pada Jumat.
Dua crash di Q2 membuat Alex Marquez frustrasi dan hanya bisa menempati posisi kesembilan, namun ia masih lebih cepat dari Raul Fernandez, Johann Zarco, dan Pol Espargaro. Fabio Quartararo menjadi yang tercepat di antara pembalap Yamaha, namun kurang performa di sektor tiga dan empat membuatnya tertinggal seperempat detik dan harus puas start dari posisi ke-13. Ia diikuti oleh Bagnaia yang tidak pernah tampil mengancam sejak Q1, bahkan sebelum ia membuat empat lap berturut-turut yang buruk di run kedua.
Dengan hasil ini, Bezzecchi mengirim sinyal kuat dalam perburuan gelar. Dominasinya di Misano menunjukkan bahwa ia mampu mengatasi tekanan dan memaksimalkan potensi motor Aprilia. Sementara itu, Marquez dan pembalap lain harus bekerja keras untuk mengejar ketertinggalan di balapan nanti.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!