Oliver Bearman menegaskan bahwa upgrade mesin Ferrari yang digunakan di Grand Prix Italia bukanlah peningkatan performa yang signifikan. Meski begitu, pembalap muda asal Inggris itu mengakui bahwa langkah tersebut tetap memberikan manfaat kecil bagi tim Haas.
Ferrari memperkenalkan upgrade mesin kedua dan terakhir mereka untuk musim 2026 melalui sistem Additional Development and Upgrade Opportunities (ADUO). Satu unit mesin baru tersebut diserahkan kepada Haas untuk dipasang pada mobil Bearman di Monza. Ini menjadi bagian dari upaya pabrikan Italia untuk terus berkembang di tengah regulasi teknis yang ketat.
Bearman berhasil meraih posisi ke-12 di kualifikasi, hasil terbaiknya sejak Grand Prix China pada bulan Maret. Namun, dalam balapan, ia sempat berada di posisi kedelapan pada lap-lap awal sebelum akhirnya turun ke posisi ke-15. Tim asal Amerika Serikat itu pun mencatatkan akhir pekan ketujuh berturut-turut tanpa poin, menyamai rekor terburuk mereka sejak musim 2021.

Menanggapi performa mesin baru, Bearman menyebut bahwa langkah peningkatannya jauh lebih kecil dibandingkan upgrade aerodinamika yang mereka bawa di balapan yang sama. "Ini langkah yang jauh lebih kecil dibandingkan upgrade aerodinamika," ujarnya. "Tentu, ada sedikit tambahan tenaga di trek ini, tapi jika melihat rata-rata musim, itu tidak akan cukup untuk membuat kami keluar dari perebutan Q1, jujur saja. Saya tidak menganggap ini sebagai game changer."
Bearman menambahkan bahwa mesin baru tetap bermanfaat, tetapi bukan peningkatan besar. "Tenaga ekstra selalu menyenangkan, tapi Anda sudah membaca berita tentang seberapa besar peningkatannya. Ini jelas menguntungkan, tapi langkah terbesar adalah upgrade aerodinamika, yang nilainya dua atau tiga kali lipat dari tenaga mesin yang kami dapatkan," jelasnya. "Itu adalah bukti kerja keras tim, dan saya sangat bangga pada mereka."
Upgrade Haas untuk Monza mencakup lantai baru dan bodywork yang direvisi pada sidepod serta penutup mesin. Sementara rekan setimnya, Esteban Ocon, yang tidak mendapatkan mesin baru, justru menggunakan paket aerodinamika terbaru. Meski demikian, Ocon tertinggal tujuh persepuluh detik dari Bearman di Q2. Namun, Bearman menegaskan bahwa selisih tersebut bukan murni dari mesin, melainkan karena Ocon masih berjuang dengan inkonsistensi aerodinamika mobil VF-26.
Ocon sendiri mengaku bahwa masalah inkonsistensi itu belum membaik dibandingkan sesi latihan. "Tidak, tidak membaik, sayangnya," kata Ocon. "Kami sudah mencoba segala yang bisa kami lakukan, mengambil semua komponen di garasi untuk dipasang. Kami melakukan semua yang kami bisa, tapi masih belum cukup."



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!