Insiden ban belakang hard di GP Jepang memberikan pelajaran berharga bagi grid kelas utama. Pecco Bagnaia secara terbuka mengakui bahwa para pembalap melakukan kesalahan karena langsung mencoret opsi ban tersebut sejak awal pekan balap Motegi.
Situasi ini bermula dari keputusan Michelin membawa tiga alokasi ban belakang akibat aspal baru di Motegi. Opsi hard yang dilengkapi casing khusus untuk sirkuit berbeban tinggi awalnya dipandang sebelah mata oleh para pembalap dan dianggap hanya sebagai ban darurat semata.
Akibat masalah blstering pada kompon soft saat balapan Sprint, Michelin akhirnya menarik opsi soft dan merekomendasikan penggunaan ban hard. Ketika dicoba pada sesi warm-up, para pembalap langsung mencatatkan waktu lebih cepat dibanding kompon medium yang biasa diandalkan.

"Itu kesalahan kami, para pembalap, karena tidak mencobanya lebih dulu," ungkap Bagnaia yang harus puas finis di posisi kedelapan bersama Ducati. Di sisi lain, rekan setimnya yakni Marc Marquez sukses melesat dan keluar sebagai pemenang balapan utama.
Kendati demikian, peralihan ke ban hard belum mampu mengatasi kendala teknis yang dialami Bagnaia sepanjang akhir pekan. Juara dunia dua kali itu merasa dirinya sudah mengerahkan kemampuan maksimal meski tertinggal cukup jauh dari grup terdepan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!