Ketika Audi mengambil alih tim Sauber untuk musim 2026, banyak yang bertanya-tanya apakah mereka akan mempertahankan susunan pembalap yang ada. Jawabannya jelas: ya, dan salah satu alasan utamanya adalah Gabriel Bortoleto. Pembalap asal Brasil ini, yang tampil impresif di tahun debutnya, kini dipandang sebagai aset berharga bagi pabrikan Jerman tersebut.
Butuh beberapa Grand Prix bagi Bortoleto untuk benar-benar menemukan ritme, tetapi begitu ia melakukannya, penampilannya langsung mencuri perhatian. Mengimbangi pengalaman dan konsistensi Nico Hulkenberg bukanlah tugas mudah, namun Bortoleto justru tampil semakin dekat seiring berjalannya musim. Setelah 11 putaran, ia mengoleksi 10 poin berbanding dua milik rekan setimnya—sebuah pencapaian yang menegaskan bakatnya, terutama setelah ia datang langsung dari kemenangan gelar Formula 2 dan Formula 3 secara beruntun.
Direktur Balap Audi, Allan McNish, tidak ragu membeberkan apa yang membuat Bortoleto berbeda dari pembalap lain. Menurutnya, kemampuan analitis dan komposisi mental menjadi kunci.

"Dia sangat analitis dalam cara mengemudi dan membangun kecepatan," ujar McNish kepada Motorsport.com. "Itu terlihat dari perkembangannya sepanjang tahun ini, juga di sesi kualifikasi seperti di Spa. Di Formula 2 di Qatar, saat memimpin, dia masuk pit dan pit ditutup karena Safety Car. Dia harus keluar lagi dan melewati garis putih, kena penalti lima detik. Cara dia bangkit dan melanjutkan balapan menunjukkan ketenangan mental yang luar biasa."
Lebih lanjut, McNish menekankan bahwa kombinasi kecepatan alami dan pendekatan analitis itu memberi potensi besar, dan kini Bortoleto mulai menuai hasil dari pengalamannya yang terus bertambah. Keseimbangan antara pengalaman Hulkenberg dan semangat muda Bortoleto juga dinilai sebagai paduan sempurna bagi tim.
"Yang saya suka darinya selain itu, di luar mobil dia orang yang positif dan suka tersenyum. Nyaman berada di dekatnya, nyaman berada di tim bersama dia dan Nico. Kami punya keseimbangan yang sangat baik; satu punya pengalaman dan naluri, yang lain punya antusiasme muda. Mereka saling mengisi dengan sangat baik," jelas McNish.
Bortoleto juga dikenal sebagai pekerja keras. "Dia pasti orang yang, jika ada sesi sim pada 2 Januari, dia akan berada di sim dan bekerja dengan Jose, teknisi balapnya," tambah McNish. Dengan mentalitas seperti ini, tidak heran Audi merasa yakin membawa Bortoleto ke era baru mereka di Formula 1.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!