Menjelang Grand Prix Belanda, Aston Martin mengumumkan langkah besar di luar lintasan. Tim asal Silverstone itu resmi menjual sebagian sahamnya kepada miliarder Amerika, Woody Johnson, pewaris kerajaan Johnson & Johnson yang ditaksir bernilai $20,5 miliar. Keputusan ini diambil di tengah upaya tim memperluas pengaruhnya di pasar Amerika Serikat yang tengah tumbuh pesat.
Johnson, yang juga pemilik tim NFL New York Jets, akan langsung duduk sebagai Wakil Ketua Dewan Direksi. Meski demikian, ia tidak akan terlibat dalam operasional harian tim balap. Ini adalah investasi strategis murni, bukan intervensi teknis. Lawrence Stroll tetap memegang kendali penuh sebagai pemilik mayoritas, dengan kepemilikan sekitar 33 persen, dan akan terus memimpin proyek Aston Martin di F1.
Kabar ini tentu menambah daftar investor asing yang tertarik menanamkan modal di F1. Sebelumnya, ada juga investasi dari pihak lain yang memperkuat ekosistem keuangan tim. Bagi Aston Martin, masuknya Johnson diharapkan membuka peluang kolaborasi di dunia olahraga AS, pemasaran, dan sponsor. Apalagi, Johnson punya pengalaman sebagai mantan Duta Besar AS untuk Inggris di era pemerintahan Donald Trump.

Dalam rilis resmi tim, Johnson menyatakan antusiasmenya. "Selama saya menjabat sebagai Duta Besar AS untuk Inggris, saya mengembangkan apresiasi mendalam terhadap sejarah kaya Aston Martin, serta visi strategis dan jiwa kewirausahaan Lawrence Stroll," ujarnya. "Saya sangat senang bermitra dengannya dan berkontribusi pada perkembangan tim, dengan ambisi membangun organisasi yang mampu bersaing di level tertinggi olahraga ini. Kami juga berkomitmen untuk menumbuhkan basis penggemar di Amerika Serikat."
Lawrence Stroll pun menyambut hangat kehadiran Johnson. "Saya sangat bahagia menyambut Woody ke keluarga Aston Martin," kata Stroll. "Pengalaman, hasrat, dan investasinya semakin memperkuat posisi kami saat memasuki fase berikutnya dari perjalanan kompetitif kami. Apresiasinya yang mendalam terhadap merek kami, dikombinasikan dengan komitmennya terhadap inovasi dan peluang komersial, menjadikannya mitra yang ideal."
Secara olahraga, Aston Martin datang ke Zandvoort dengan modal positif setelah paket upgrade di GP Hungaria menunjukkan hasil menjanjikan. Tim akan mencoba memanfaatkan momentum tersebut untuk terus naik ke papan tengah. Dengan tambahan suntikan dana dan jaringan bisnis dari Johnson, masa depan tim di luar trek pun tampak semakin cerah.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!