Kimi Antonelli melangkah ke paruh kedua musim dengan ketenangan seorang pemimpin klasemen. Keunggulan 50 poin atas Lewis Hamilton di Ferrari memberinya ruang bernapas, tapi bukan berarti ia bisa bersantai. Setelah libur musim panas yang singkat, pebalap Mercedes itu langsung dihadapkan pada tantangan berat di Zandvoort—sirkuit yang mungkin tidak akan berpihak padanya.
Mercedes masih membawa paket aerodinamika yang sama sejak Kanada, sementara para rival terus berbenah. McLaren, misalnya, sudah memperkenalkan paket upgrade besar di Hungaria yang langsung memberikan dampak signifikan. Ferrari pun tak mau ketinggalan: mereka berencana membawa pembaruan lantai di Belanda dan mesin baru dengan sistem ADUO untuk GP Monza.
Menariknya, Antonelli justru menunjuk Ferrari sebagai ancaman utama bagi Mercedes di sisa musim, bukan McLaren yang datang dengan status favorit di Zandvoort. “Saya pikir Ferrari akan menjadi rival utama di paruh kedua musim,” ujarnya. “Mereka punya lantai baru di sini dan akan mendapatkan mesin baru di Monza. Kita lihat seberapa besar peningkatan yang mereka dapat.”

Meski begitu, untuk pekan ini, ia memasang McLaren sebagai yang terdepan. “Mereka selalu kuat di sini, jadi saya pikir mereka favorit, di depan Ferrari,” kata pebalap asal Bologna itu. Ia juga mengingatkan bahwa Max Verstappen akan selalu menjadi ancaman, terutama jika hujan turun dan mengacak segalanya.
Antonelli juga menyoroti keterbatasan Mercedes yang belum membawa upgrade sejak Kanada. “Tim lain terus mengembangkan mobil, sementara kami berjalan di tempat. Wajar jika mereka mendekat dan di beberapa sirkuit bisa lebih cepat,” jelasnya. Namun, ia tetap tenang—strategi jangka panjang timnya mulai terlihat, dengan paket besar yang dijadwalkan tiba pada awal Oktober.
Rencana awalnya, upgrade itu akan debut di Singapura, tetapi masuknya Sepang ke kalender memicu perdebatan internal di Brackley. Kini, ada peluang untuk memajukan jadwal pengenalan satu pekan lebih awal. Ini akan menjadi momen krusial bagi Mercedes untuk menjawab tekanan dari dua tim terdepan.
Dengan 50 poin yang aman, Antonelli bisa berkendara dengan kepala dingin. Tapi di Zandvoort, dinginnya angin laut mungkin tidak cukup—ia harus berjuang melawan papaya yang lapar dan merah yang siap menyengat. Satu hal yang pasti: paruh kedua musim ini akan menjadi medan perang yang sesungguhnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!