Kimi Antonelli menilai prosedur bendera kuning pada kualifikasi Formula 1 Grand Prix Austria 2026 perlu ditinjau setelah kontroversi yang terjadi akibat kecelakaan Max Verstappen di Tikungan 9.
Antonelli sempat memegang pole position sementara di Red Bull Ring, tetapi turun ke posisi ketiga setelah dua pembalap Ferrari menyelesaikan putaran terakhir mereka. Situasi kemudian berubah ketika Verstappen menabrak pembatas dan memicu bendera kuning saat Antonelli serta George Russell masih berada dalam flying lap.
Antonelli mengira marshal mengibarkan double yellow flag sehingga ia membatalkan putarannya. Namun, bendera yang berlaku saat itu hanya single yellow, sehingga pembalap cukup mengangkat pedal gas tanpa harus menghentikan upaya lap.

"Saya pikir double yellow sudah cukup, karena pembalap hanya perlu membatalkan lap. Tetapi jelas ini sesuatu yang perlu ditinjau."
"Terutama ketika hal itu terjadi di tikungan kecepatan tinggi. Jika terjadi di tikungan lambat, single yellow masih bisa diterima. Tetapi untuk tikungan cepat, seharusnya langsung double yellow."
Russell tetap melanjutkan putarannya setelah mengurangi kecepatan dan akhirnya merebut pole position. Antonelli turun ke posisi keempat di belakang Russell, Charles Leclerc, dan Lewis Hamilton.
"Ada mobil yang menabrak dinding di tikungan cepat, jadi dalam situasi ini saya tidak tahu mengapa tidak langsung menjadi double yellow. Itu tikungan yang sangat cepat dan jika pembalap lain keluar lintasan di saat yang sama, akibatnya bisa sangat buruk. Situasinya membingungkan, tetapi memang seperti itulah yang terjadi."



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!