Pabrikan papan atas MotoGP mulai buka suara mengenai perdebatan performa motor generasi baru berkapasitas 850cc yang dijadwalkan turun ke lintasan pada era regulasi mendatang. Catatan waktu resmi untuk mesin baru berbalut ban Pirelli tersebut baru akan tersaji secara terbuka pada uji coba pascamusim di Valencia pada 1 Desember mendatang. Kendati demikian, berbagai informasi mengenai catatan waktu yang bocor dari sesi pengujian privat mengindikasikan bahwa motor tahun 2027 tetap mampu mencatatkan waktu putaran yang kompetitif, bahkan mendekati performa mesin 1000cc saat ini di beberapa sirkuit tertentu.
Menanggapi situasi ini, General Manager Ducati Corse Gigi Dall’Igna menegaskan bahwa fokus utama dari perombakan regulasi besar-besaran ini bukanlah memangkas kecepatan satu putaran penuh, melainkan meredam kecepatan puncak demi aspek keselamatan. Dalam keterangannya di Mandalika, ia menjelaskan bahwa alasan mendasar penurunan kapasitas mesin adalah untuk mengendalikan laju motor saat mendekati tikungan pertama. Alasan utama mengapa kami ingin mengurangi performa bukanlah pada catatan waktu, melainkan pada kecepatan puncak, yakni kecepatan saat para pembalap tiba di tikungan pertama, ujar Dall’Igna.
Lebih lanjut, petinggi teknik asal Italia tersebut meyakini bahwa langkah pengurangan kapasitas kubikasi mesin tetap berada di jalur yang tepat untuk meningkatkan standar keamanan di atas lintasan. Saya pikir meskipun catatan waktu putarannya cukup dekat dengan tahun 2026, saya rasa kita tetap bisa mendapatkan keuntungan dalam hal keselamatan. Jadi, secara jujur, saya pikir ini adalah langkah yang harus kita ambil, tambahnya meyakinkan. Di sisi lain, CEO Aprilia Racing Massimo Rivola menyoroti rekor kecepatan ekstrem yang dicetak oleh spesifikasi 1000cc saat ini, di mana rekor kecepatan tertinggi MotoGP sempat dipecahkan oleh Jorge Martin dan rekan setimnya di Aprilia, Marco Bezzecchi, yang menyentuh angka 368,6 km/jam di Mugello pada bulan Mei.

Di Mugello, baik Marco maupun Jorge mencatatkan 368,6 km/jam, dan itu jumlah yang sangat besar, ungkap Rivola. Dengan memangkas sekitar 50 tenaga kuda pada mesin baru nanti, ia optimistis kecepatan puncak tersebut dapat diredam secara signifikan. Dari apa yang kami lihat, catatan waktu putarannya tampaknya masih cukup cepat. Pada saat yang sama, komentar dari para pembalap menyebutkan bahwa motor terasa lebih mudah dikendalikan. Jadi mungkin mereka bisa menanganinya dengan sedikit lebih baik, namun lebih baik menatap ke depan daripada ke belakang karena keputusan telah diambil, imbuhnya.
Selain penyusutan kapasitas mesin dan kehadiran pemasok ban baru, regulasi anyar MotoGP juga akan menghapus perangkat ride-height serta memperketat pembatasan aerodinamika secara agresif. Batas konsumsi bahan bakar turut dikurangi menyesuaikan kapasitas mesin yang lebih kecil, sementara bobot minimum motor dipangkas sebanyak empat kilogram guna mendongkrak kecepatan saat melibas tikungan. Rivola juga mengingatkan bahwa simulasi balapan penuh masih menyisakan tanda tanya besar terkait performa ban dan konsistensi jarak jauh. Kita tidak tahu apakah dalam jarak balapan penuh waktunya akan tetap sama, pungkasnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!