Marco Bezzecchi merasakan atmosfer yang campur aduk meski sukses mengakhiri puasa kemenangannya dengan performa dominan di Sirkuit Mandalika. Pembalap asal Italia tersebut mengakui bahwa akhir pekan Grand Prix Indonesia terasa lebih mirip sebuah kekalahan daripada kemenangan murni, di tengah drama internal yang melanda garasi tim pabrikan.
Kemenangan hari Minggu tersebut sebenarnya menjadi momen bersejarah bagi Aprilia yang sukses mengamankan posisi 1-2-3-4 di salah satu trek terkuat mereka musim ini. Namun, hasil manis tersebut harus dibayar mahal dengan kekacauan luar biasa sehari sebelumnya pada sesi sprint race, di mana Bezzecchi dan rekan setimnya terlibat insiden senggolan di lap pembuka.
Situasi semakin runyam ketika Raul Fernandez mengalami cedera patah jari akibat insiden tersebut dan melontarkan kritik terbuka kepada Bezzecchi. Tekanan internal memaksa petinggi tim untuk segera mendudukkan kedua pembalap demi meredam ketegangan sebelum balapan utama dimulai pada hari Minggu.

"Saya datang ke sini akhir pekan ini dengan keyakinan bisa tampil cepat dan mendulang poin jika bekerja dengan baik, namun kemarin saya terjatuh," ujar Bezzecchi menanggapi insiden pahit di hari Sabtu yang sempat membuatnya tertinggal jauh dalam perburuan gelar juara dunia.
Meskipun berhasil bangkit dan memenangi balapan utama di depan Marc Marquez, ia tetap menyadari kerugian besar yang diderita timnya secara keseluruhan akhir pekan ini, menegaskan bahwa perjuangan belum usai dengan sisa lima seri tersisa musim ini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!