Franco Colapinto kembali menjadi sorotan setelah insiden di Grand Prix Azerbaijan yang menyingkirkan rekan setimnya, Pierre Gasly, dan juga Lando Norris. Kini, bos Alpine, Flavio Briatore, angkat bicara dan menyatakan akan mempertimbangkan tindakan terhadap pembalap muda Argentina itu. Pernyataan Briatore ini memunculkan spekulasi bahwa masalah Colapinto belum akan selesai, terlebih ia sudah mendapat penalti turun lima posisi grid untuk balapan berikutnya.
Gary Anderson, mantan desainer dan engineer F1, memberikan pandangannya. Menurutnya, aturan emas dalam balapan adalah jangan sampai menabrak rekan setim sendiri. Ia menilai bahwa tim perlu memiliki disiplin internal, dan pembalap harus mematuhinya. Semua tim lebih besar dari pembalapnya, jadi rasa hormat menjadi kunci. Namun, balapan tetaplah balapan. Setiap pembalap ingin mengalahkan 21 mobil lainnya, dan itu sebabnya mereka berada di grid.
Musim ini kita telah menyaksikan pertarungan ketat antara rekan setim, terutama di tim-tim papan atas. Contohnya George Russell dan Kimi Antonelli, Lewis Hamilton dan Charles Leclerc, bahkan Max Verstappen dan Isack Hadjar di Baku. Hal ini terjadi karena komposisi grid yang mirip, dan tekanan di balapan membuat insiden seperti itu sulit dihindari.

Di Baku, banyak pembalap melakukan kesalahan seperti lock-up yang membuat mereka keluar lintasan. Colapinto mengalami lock-up di waktu yang kurang tepat, dan saat roda terkunci, pembalap hanya bisa menjadi penumpang. Menurut Anderson, tidak fair jika Colapinto disalahkan karena mencoba menyalip; insting pembalap memang begitu. Hal serupa juga terjadi pada insiden antara pembalap Racing Bulls, Arvid Lindblad dan Liam Lawson, yang murni karena kesalahan kecil.
Norris yang menjadi korban tak bersalah dari insiden itu, sempat melontarkan seruan agar Colapinto dihukum larangan balapan. Anderson menilai pernyataan Norris berlebihan. Norris sendiri pernah beberapa kali terlibat insiden serupa, jadi seharusnya ia bisa lebih bijak. Pengalaman Anderson saat memimpin tim Jordan juga menunjukkan bahwa benturan antar rekan setim sering terjadi, seperti antara Ralf Schumacher dan Giancarlo Fisichella di Argentina 1997 yang merugikan tim.
Intinya, Anderson menekankan bahwa penanganan insiden semacam ini sebaiknya dilakukan oleh tim, bukan oleh FIA. Tim perlu mengambil tindakan internal untuk menjaga disiplin dan harmoni. FIA sudah memberikan penalti grid, dan itu sudah cukup. Alpine harus bisa mengelola situasi ini dengan bijak agar tidak memengaruhi performa tim secara keseluruhan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!