SPONSORED

Alpine Frustrasi dengan FIA yang Batalkan Podium Gasly di GP Monako

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Alpine Frustrasi dengan FIA yang Batalkan Podium Gasly di GP Monako
TO NEWS OVERVIEW
Hadjar has inherited his maiden Red Bull podium back

Tim Alpine mengungkapkan kekecewaan dan frustrasinya setelah pengadilan banding FIA memutuskan untuk mengembalikan penalti yang dijatuhkan kepada Pierre Gasly pada Grand Prix Monako 2026. Padahal, sebelumnya steward telah membatalkan penalti tersebut dan mengembalikan posisi podium ketiga Gasly.

Kejadian bermula ketika Gasly terkena dua penalti lima detik karena melanggar batas kecepatan di pit lane. Namun, Alpine memilih untuk tidak menjalani penalti tersebut di dalam balapan, melainkan mengandalkan hak untuk mengajukan 'Right to Review' setelah balapan. Upaya itu berhasil, karena FIA dan FOM menyadari bahwa penalti tersebut dipicu oleh kesalahan sistem timing loop.

McLaren dan Red Bull kemudian mengajukan banding ke Pengadilan Internasional FIA (ICA). Mereka berargumen tentang 'keadilan olahraga' dan berhasil memenangkan gugatan tersebut. ICA memutuskan bahwa sistem timing resmi (OTS) telah digunakan sejak musim 1996 dan semua tim serta pembalap telah diberikan definisi yang jelas mengenai batas kecepatan 60 km/jam di pit lane. Oleh karena itu, penalti untuk Gasly harus diberlakukan kembali.

McLaren Putuskan Pakai H-Wing di GP Italia Setelah Uji Coba Jumat
Baca JugaMcLaren Putuskan Pakai H-Wing di GP Italia Setelah Uji Coba Jumat

Reaksi Alpine

Dalam pernyataan resminya, Alpine menyatakan bahwa mereka tidak setuju dengan keputusan tersebut dan tetap yakin bahwa Gasly tidak melanggar batas kecepatan pit lane. Mereka merasa dihukum secara tidak adil, namun menghormati keputusan panel pengadilan yang baru saja digelar di Paris.

ADVERTISEMENT

“Kami kecewa dan frustrasi dengan hasil yang dicapai oleh Pengadilan Internasional FIA terkait hasil Grand Prix Monako 2026. Meskipun kami tidak setuju dengan keputusan tersebut, dan masih sepenuhnya mempertahankan bahwa mobil #10 tidak melebihi batas kecepatan pit lane pada titik mana pun selama balapan, tim mengakui keputusan panel pengadilan dalam sidang di Paris,” bunyi pernyataan Alpine.

“Meskipun hasilnya bukan seperti yang kami harapkan, karena kami merasa telah dihukum secara tidak adil, tim tetap fokus untuk terus meningkatkan performanya di lintasan dan masih berada dalam perebutan gelar yang ketat dan kompetitif. Hasil ini tidak akan menyurutkan upaya dan motivasi tim dalam mencapai targetnya di akhir musim,” lanjut pernyataan tersebut.

Keputusan ini tentu menjadi pukulan telak bagi Alpine yang sebelumnya sempat merayakan podium ketiga Gasly. Dengan demikian, posisi podium ketiga GP Monako kembali diberikan kepada Isack Hadjar yang sebelumnya naik ke podium setelah penalti awal dijatuhkan.

ADVERTISEMENT

Meski demikian, Alpine menegaskan bahwa mereka akan terus berjuang dan tetap termotivasi untuk mencapai target mereka di sisa musim ini. Persaingan di papan tengah memang semakin ketat, dan setiap poin sangat berharga.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU