Fernando Alonso mungkin tidak lagi bertarung di barisan depan, tetapi humor pedasnya tetap tajam. Di Grand Prix Azerbaijan, pembalap Spanyol itu mengaku hanya ingin menyelamatkan mobil dan komponen untuk menghadapi triple-header yang melelahkan. "Saya mendorong di Tikungan 15 dan terkunci. Jadi, kesalahan pembalap, dan karena itu kami tidak berada di pole," ujarnya sambil tersenyum getir.
Performa Aston Martin di Baku memang jauh dari harapan. Setelah menahan diri untuk upgrade besar di Hungaria, tim ini kembali terpuruk di sirkuit jalanan berkecepatan tinggi. Defisit tenaga dari unit power Honda membuat mereka tak berkutik, terutama di lintasan lurus start-finish sepanjang 2 km. Pada sesi latihan bebas kedua, Alonso tercatat 30 km/jam lebih lambat dari Mercedes milik George Russell. Bahkan di kualifikasi, kedua mobil Aston tertinggal tiga detik dari pemimpin Q1 dan empat detik dari waktu pole Russell.
Kualifikasi nyaris tidak relevan bagi Aston Martin karena Alonso dan Lance Stroll harus menerima penalti mesin, yang membuat mereka terlempar ke belakang. Dengan upgrade sasis Williams yang membuat mereka keluar dari zona bawah, kini Aston Martin kembali bersaing dengan Cadillac untuk sekadar menghindari posisi paling belakang. Namun, bagi Alonso, hasil di Baku bukanlah prioritas. "Coba selesaikan balapan, jangan membuat kesalahan seperti hari ini, dan jangan menabrakkan mobil. Kami tidak memperebutkan posisi penting, jadi penting untuk menjaga mobil tetap hidup untuk triple-header. Ada tiga balapan sekarang, jadi kami perlu menjaga stok komponen," tegasnya.

Meski demikian, Alonso tetap berusaha mencari sisi positif. Ia mengaku lebih puas dengan keseimbangan mobil setelah melakukan perubahan set-up besar-besaran semalam. "Hari ini saya jauh lebih bahagia daripada kemarin dengan mobil. Saya bisa mendorong dan catatan waktu lebih mudah datang, 2,5 detik lebih cepat," jelasnya. Peningkatan ini memang tidak mengubah posisinya secara signifikan, tetapi setidaknya memberikan kepercayaan diri di tengah keterbatasan paket.
Bagi Aston Martin, balapan di Baku menjadi bagian dari rentetan tiga balapan dalam tiga pekan, termasuk Malaysia dan Singapura. Fokus utama adalah bertahan dan mengumpulkan data untuk perbaikan di sisa musim. Dengan performa Honda yang jauh dari kompetitif, tim harus cerdik mengelola sumber daya agar tidak kehabisan komponen di tengah jadwal padat.
Alonso, yang telah dua kali meraih gelar dunia, memahami betul realitas ini. Ia tidak lagi membandingkan diri dengan tim-tim papan atas, melainkan fokus pada variabel yang bisa dikendalikan. "Anda hanya bisa menilai performa Anda sendiri terhadap potensi maksimal dari paket yang Anda miliki," ujarnya. Sikap ini mencerminkan profesionalisme seorang juara yang tetap berjuang meski hasil tidak sesuai harapan.
Dengan sisa musim yang panjang, Aston Martin dan Alonso harus segera menemukan solusi jika ingin keluar dari keterpurukan. Namun, untuk saat ini, menyelamatkan mobil dan komponen adalah tujuan utama. Balapan di Baku mungkin tidak akan memberikan poin, tetapi setidaknya bisa menjadi pelajaran berharga untuk menghadapi tantangan berikutnya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!