Fernando Alonso memang dikenal sebagai pembalap yang tak pernah kehilangan adrenalin, bahkan di luar lintasan. Baru-baru ini, juara dunia dua kali Formula 1 itu mengungkapkan momen spesial: ia mengajak putranya, Leonard, naik kart untuk pertama kalinya saat bayi baru berusia dua bulan. Momen hangat ini ia bagikan dalam wawancara dengan media Spanyol, El Larguero, menunjukkan sisi lain dari pembalap Aston Martin yang biasanya tertutup soal kehidupan pribadi.
Leonard lahir pada Maret lalu, tepat menjelang Grand Prix Jepang. Alonso sempat melewatkan hari media di Suzuka karena harus mengatur waktu perjalanan ke balapan. Kini, bayi mungil itu sudah merasakan angin di wajahnya, meski hanya dalam satu putaran singkat di arena kart. "Kami sudah mencoba satu putaran di kart. Saat dia berusia dua bulan, saya menggendongnya dan mengajaknya naik. Dia sudah merasakan angin di wajahnya," ujar Alonso.
Bagi Alonso, berbagi pengalaman balap dengan sang buah hati adalah hal yang sangat berarti. Ia berencana membawa Leonard ke sirkuit mulai musim 2027. "Tahun depan saya ingin berbagi sirkuit, perjalanan keliling dunia, dan mengambil banyak foto bersamanya," tambahnya. "Ketika saya pensiun dari Formula 1, jelas saya tidak akan bepergian ke 24 negara setiap tahun, kan? Jadi, semoga saya bisa berbagi lebih banyak dengan mereka."

Mengenai putranya yang kini berusia enam bulan, Alonso tak bisa menyembunyikan kebahagiaannya. "Saya pikir dia senang dengan segalanya. Saat ini, dia anak yang sangat ceria, dan itu sungguh luar biasa. Ketika saya di rumah, momen-momen kecil yang saya miliki membayar semua kesulitan yang kami hadapi secara profesional," tuturnya.
Kebahagiaan di rumah ternyata berbanding lurus dengan keputusan besar di lintasan. Jelang Grand Prix Bahrain di Malaysia akhir pekan ini, Alonso mengakhiri spekulasi tentang masa depannya dengan menandatangani kontrak baru bersama Aston Martin untuk setidaknya satu tahun lagi. "Saya sangat senang menandatangani kontrak baru dengan Aston Martin Aramco Formula One Team," katanya. "Saya mengambil waktu untuk membuat keputusan ini, tetapi balapan adalah hidup saya, passion saya, dan saya tahu saya masih memiliki kecepatan dan tekad untuk bersaing di level tertinggi. Saya berkomitmen untuk jangka panjang dengan tim ini dan membantu kami sukses."
Alonso juga menegaskan keyakinannya pada proyek Aston Martin. "Saya benar-benar percaya pada apa yang sedang kami bangun: kami memiliki kepemimpinan yang kuat, orang-orang luar biasa, mitra, dan fasilitas. Saya menantikan lebih banyak kenangan di lintasan di depan para penggemar yang bersemangat. Energi mereka menciptakan atmosfer yang menginspirasi saya dan itulah yang membuat olahraga kami istimewa," ujarnya.
Keputusan Alonso untuk bertahan di F1 hingga setidaknya 2027 memberi stabilitas bagi tim yang tengah berjuang menembus papan atas. Dengan usia yang tidak lagi muda, komitmennya menunjukkan bahwa motivasi dan kecintaannya pada balapan masih membara. Sementara itu, momen kebersamaan dengan Leonard menjadi pengingat bahwa di balik helm dan balapan, Alonso adalah seorang ayah yang ingin mewariskan kecintaannya pada kecepatan.
Bagi para penggemar, kisah ini menambah dimensi manusiawi dari sosok yang selama ini dikenal sebagai predator di lintasan. Kini, mereka menantikan apakah Leonard akan menjadi penerus Alonso di dunia balap, atau setidaknya menjadi penonton setia di paddock mulai 2027 nanti.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!