SPONSORED

Alasan Christian Horner Larang Keras Sebut Mercedes Saat Red Bull Bangun Mesin F1 2026

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Alasan Christian Horner Larang Keras Sebut Mercedes Saat Red Bull Bangun Mesin F1 2026
TO NEWS OVERVIEW
Alasan Christian Horner Larang Keras Sebut Mercedes Saat Red Bull Bangun Mesin F1 2026

Mantan CEO dan prinsipal tim Christian Horner mengungkap alasan mendasar mengapa dirinya harus melarang para karyawan divisi powertrains menyebut nama rival abadi mereka di Formula 1. Kebijakan internal yang ketat ini diterapkan saat skuad yang berbasis di Milton Keynes tersebut memulai proyek ambisius untuk memproduksi unit daya secara mandiri di bawah bendera Red Bull Powertrains.

Langkah revolusioner ini diambil menyusul keputusan Honda yang sempat mengumumkan kejuaraan dunia F1 pada akhir musim 2020. Meskipun Honda kemudian mengubah keputusan tersebut untuk memasok Aston Martin pada regulasi 2026, situasi sebelumnya memaksa Red Bull mengambil opsi paling berani dalam sejarah modern mereka yaitu mendirikan departemen mesin in-house demi melawan dominasi pabrikan mapan.

Dalam wawancara eksklusif bersama Autosport, Horner menjelaskan proses perekrutan agresif yang ia pimpin untuk mengisi kekosongan tenaga ahli di fasilitas baru tersebut. Proyek rintisan ini menyerap sebagian staf operasional Honda di Inggris, sementara sisanya harus direkrut dari berbagai sumber eksternal termasuk merekrut tenaga ahli dari pabrikan saingan di tanah Britania Raya.

Konrad-Kritik Mesin Honda F1 Usai Keluhan Fernando Alonso di GP Singapura 2026
Baca JugaKonrad-Kritik Mesin Honda F1 Usai Keluhan Fernando Alonso di GP Singapura 2026

Horner secara terbuka menceritakan bagaimana ia mencoba meyakinkan para insinyur dari kubu rival utama demi mewujudkan proyek gila ini dengan bermodal kesuksesan divisi sasis mereka. Horner menilai bahwa organisasi rival seperti di Brixworth mengalami stagnasi di mana para pekerja harus menunggu posisi kosong terlalu lama untuk bisa naik jabatan sehingga proyek baru Red Bull menjadi daya tarik tersendiri.

ADVERTISEMENT

Keputusan strategis untuk mendirikan fasilitas di Inggris ketimbang di Austria dekat Red Bull Ring terbukti krusial dalam menarik talenta top industri motorsport. Dilansir dari Motorsport.com, pembangunan infrastruktur dari nol ini kini menjadi fondasi penting bagi kesiapan Red Bull menyongsong regulasi teknis mesin baru F1 2026 mendatang bersama mitra pabrikan asal Amerika Serikat, Ford.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU