Pedro Acosta meminta MotoGP mempertimbangkan kembali larangan front start device setelah menilai start tanpa perangkat tersebut pada Sprint Race MotoGP Assen 2026 justru lebih berisiko.
Larangan itu mulai berlaku pada MotoGP Belanda di Assen setelah sebelumnya diuji melalui practice start tanpa front start device pada MotoGP Ceko di Brno. Keputusan tersebut diambil sebagai bagian dari upaya meningkatkan keselamatan pada fase start dan tikungan pertama.

Pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu termasuk pihak yang sejak awal khawatir terhadap potensi wheelie dan risiko roda depan terkunci ketika motor masuk zona pengereman pertama.

"Saya pikir sekarang justru lebih berbahaya dibanding sebelumnya, karena cukup mudah membuat wheelie dan cukup mudah tertahan seperti berhenti di tengah lintasan."
"Mereka harus memikirkan apakah tetap berjalan tanpa perangkat ini atau kembali memperkenalkan front device, karena menurut saya situasinya bahkan lebih buruk dari sebelumnya."
Pandangan Acosta berbeda dengan Fabio Quartararo, yang menilai start tanpa front start device masih dapat diterima setelah Sprint Assen. Sementara itu, Marco Bezzecchi memilih menunggu hingga balapan utama sebelum memberikan penilaian penuh.
"Startnya normal, tetapi masih belum cukup waktu untuk menilai apakah ini lebih baik atau tidak. Dari sisi feeling tidak terlalu buruk, tetapi sangat sulit memberi komentar jelas sekarang. Saya ingin menunggu sampai besok."
Perbedaan pandangan antarpembalap menunjukkan keputusan teknis ini masih membutuhkan evaluasi lebih lanjut, terutama setelah MotoGP memasuki balapan utama Assen dengan kondisi start kompetitif kedua sejak larangan diberlakukan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!