Pedro Acosta tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya. Setelah hampir saja mencuri kemenangan dari Marc Marquez di Aragon, ia justru terlempar dari papan atas di Misano. Pembalap Red Bull KTM Factory Racing itu menyebut timnya telah "mundur" dan jarak ke Ducati serta Aprilia sebagai sesuatu yang "mengerikan".
Balapan sprint Sabtu menjadi cermin pahit. Start dari posisi ketujuh—tertinggal bahkan dari Honda milik Luca Marini—Acosta kesulitan menemukan ritme. Ia sempat bersenggolan dengan Fermin Aldeguer dari Gresini, yang membuatnya kehilangan waktu. Akhirnya ia finis keenam, terpaut 6,944 detik dari Marquez. Selisih itu setara lebih dari setengah detik per lap selama 13 putaran. Sebuah bukti bahwa RC15 tidak kompetitif di Sirkuit Misano.
"Kami harus membedah semuanya dengan tim. Sepanjang akhir pekan ini, sejak Jumat, kami tidak membuat kemajuan. Sebaliknya, kami justru mengambil langkah mundur," ujar Acosta. "Kami kesulitan di area yang biasanya menjadi kekuatan kami. Pengereman, yang biasanya kuat, kini jadi masalah. Semua pembalap KTM merasakan hal serupa."

Masalah teknis ini bukan sekadar isapan jempol. Acosta menjelaskan bahwa motor RC15 yang tahun lalu stabil, kini lebih banyak bergerak. Ditambah lagi, ia merasa kehilangan performa pengereman. Padahal, dua aspek itu adalah fondasi KTM selama ini. "Di sektor di mana motor stabil tahun lalu, sekarang lebih banyak goyang. Ditambah masalah pengereman. Jadi kami harus bersyukur finis keenam. Kalau tidak, mungkin saya sudah tergeletak di kerikil," tambahnya getir.
Dampaknya pada klasemen pun nyata. Meski tetap mengumpulkan poin, Acosta menyadari posisinya di lima besar kejuaraan terancam. "Saya harus terus mencetak poin. Saya kembali dekat dengan posisi kelima. Saya harus terus melaju seperti ini," ujarnya. Ia juga pesimistis bisa meraih kemenangan pertama bersama KTM sebelum kontraknya berakhir. "Saya berharap bisa menang, tapi jika performa seperti ini, akan sangat sulit. Ducati dan Aprilia di sini benar-benar mengerikan."
Insiden dengan Aldeguer di lap ketiga menambah rumit balapan Acosta. Saat itu, pembalap Gresini tersebut mencoba menyalip, tetapi kontak terjadi. Acosta sempat terlempar ke posisi ketujuh di belakang Aldeguer dan Alex Marquez. Ia berhasil merebut kembali posisi keenam tak lama kemudian, tetapi pertarungan itu menghabiskan waktu berharga. "Kami berdua kehilangan waktu karena pertarungan yang menurut saya tidak perlu," sesalnya. Meski begitu, ia menegaskan tidak ada dendam dan memahami agresivitas Aldeguer.
Yang lebih mengkhawatirkan, KTM tidak sendirian dalam keterpurukan ini. Acosta menyebut semua pembalap KTM mengalami masalah serupa. Ini menandakan persoalan bukan pada gaya membalap individu, melainkan pada paket motor secara keseluruhan. Dengan sisa musim yang masih panjang, KTM harus segera menemukan jawaban. Jika tidak, jarak dengan Ducati dan Aprilia akan semakin melebar, dan ambisi Acosta untuk menang bisa pupus.

Bagi penggemar KTM, akhir pekan di Misano adalah tamparan. Tapi Acosta tetap menunjukkan kelasnya dengan membawa pulang poin. Kini, mata tertuju pada pabrikan asal Austria itu: mampukah mereka bangkit sebelum musim 2026 benar-benar usai? KTM punya pekerjaan rumah besar.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!