SPONSORED

Yamaha Cetak Rekor Terburuk di MotoGP Austria 2026

Notifikasi
Dhiafakhri Ali
Dhiafakhri Ali
0
Yamaha Cetak Rekor Terburuk di MotoGP Austria 2026
TO NEWS OVERVIEW
Yamaha Cetak Rekor Terburuk di MotoGP Austria 2026

Yamaha kembali menorehkan hasil terburuk di MotoGP Austria 2026. Keempat pembalap mereka finis di luar zona poin, dengan Fabio Quartararo sebagai yang terbaik hanya di posisi ke-17. Ini menjadi pukulan telak bagi tim pabrikan asal Iwata tersebut.

Sirkuit Red Bull Ring memang bukan lintasan favorit Yamaha. Sejak kembali ke kalender MotoGP pada 2016, mereka belum pernah menang di Austria. Namun, performa akhir pekan ini jauh lebih buruk dari biasanya. Baik tim pabrikan maupun satelit Pramac gagal mencetak poin, sesuatu yang belum pernah terjadi musim ini.

Yang membuat frustrasi, keempat pembalap Yamaha mencatatkan waktu yang hampir identik dengan balapan tahun lalu, padahal mereka sekarang menggunakan motor yang benar-benar baru dengan mesin V4. Jack Miller bahkan menyamakan pace 1 menit 38 detiknya dengan "waktu Baggers"—sebuah sindiran pedas.

Marc Marquez Ungkap Senjata Utama, Waspadai 7 Balapan Terakhir
Baca JugaMarc Marquez Ungkap Senjata Utama, Waspadai 7 Balapan Terakhir

Masalah utama terletak pada ban Michelin dengan konstruksi keras yang dibawa ke Austria. Ban ini mengekspos kelemahan Yamaha dalam hal grip, wheelspin saat akselerasi, dan keausan ban yang parah di akhir balapan. Toprak Razgatlioglu dari Pramac Yamaha mengaku sangat marah di atas motor. "Saya tidak bisa menerima tidak ada grip sama sekali di awal balapan," ujarnya. "Ini balapan terburuk kedua dalam hidup saya setelah Thailand."

ADVERTISEMENT

Razgatlioglu menambahkan bahwa wheelspin yang terjadi bukan hanya karena ban. "Di lintasan lurus, motor terus berputar. Setiap keluar tikungan, saya merasakan spin. Enam lap terakhir, saya bertanya-tanya bagaimana bisa menyelesaikan balapan." Miller setuju dan menyebut masalah elektronik juga berperan. "Kami tidak bisa mentransfer beban dengan mulus, sehingga ban mudah terganggu dan spin. Begitu mulai spin, waktu putaran perlahan tapi pasti memburuk," jelasnya.

Masalah ini sebenarnya sudah muncul di Thailand, di mana Michelin juga memilih ban hard-case. Namun, baik Razgatlioglu maupun Miller merasa tidak bisa menerima wheelspin yang terjadi hanya disebabkan oleh ban. Mereka menuntut perbaikan dari tim.

Dengan hasil ini, Yamaha semakin terpuruk di klasemen konstruktor. Mereka harus segera menemukan solusi jika ingin menyelamatkan musim. Tekanan kini ada pada Yamaha untuk bangkit di seri berikutnya.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU