Akhir pekan balap WorldSBK di Autodromo do Estoril menyisakan cerita perjuangan keras bagi Xavi Vierge. Meskipun masa depan pembalap asal Spanyol tersebut telah menemui titik terang setelah mengamankan kontrak bersama Barni Ducati untuk musim 2026, komitmennya terhadap pabrikan Iwata sama sekali tidak luntur. Vierge tetap bertekad memberikan performa maksimal demi menutup kebersamaannya dengan Yamaha melalui catatan hasil yang terhormat di lintasan.
Sepanjang rangkaian sesi di Portugal, Vierge konsisten menjadi ujung tombak performa motor Yamaha di barisan tengah. Mengawali akhir pekan dengan finis di posisi kesepuluh pada hari Jumat, laju sang pembalap berlanjut melalui P13 di sesi Superpole. Konsistensi tersebut terwujud nyata saat balapan utama, di mana ia mampu mengamankan urutan ke-13, finis ketujuh yang impresif, serta P9 pada balapan penutup hari Minggu.
Kendati berhasil menyelamatkan muka Yamaha lewat torehan angka penting, Vierge tidak menutup mata terhadap kendala teknis yang masih membayangi pacuannya. Kekurangan kecepatan puncak di lintasan lurus menjadi pekerjaan rumah besar di tengah persaingan ketat WorldSBK. Menurutnya, ritme balap yang ia miliki sebenarnya cukup kompetitif, namun belum cukup untuk bertarung secara konsisten di barisan terdepan.

'Es adalah fakta bahwa kami kekurangan sedikit kecepatan. Semua orang sangat cepat—tempo kami tidak buruk, tetapi itu tidak cukup untuk berjuang memperebutkan posisi yang lebih baik,' ujar Vierge menggambarkan situasi kompetitif motornya di hadapan para insinyur.
Titik balik akhir pekan Vierge terjadi berkat kerja keras para mekanik di garasi Pata Maxus yang menemukan solusi set-up krusial pada sesi pemanasan Minggu pagi. Perubahan tersebut memberikan dampak instan pada cengkeraman ban serta stabilitas motor, membawanya melompat jauh dalam hal kecepatan balap dibandingkan hari sebelumnya.
Puncak perjuangan pembalap bernomor start khas tersebut terlihat jelas pada Race 2 ketika ia harus melibas 21 lap dengan intensitas setara kualifikasi demi menahan gempuran rival berat seperti Jake Dixon dan Tommy Bridewell.
'Jelas bagi saya bahwa balapan 21 putaran akan menjadi sangat krusial karena saya harus memacu setiap putaran layaknya sesi kualifikasi. Tapi saya mencobanya, melakukan start yang baik, dan berada di grup yang kompetitif,' ungkap Vierge mengisahkan jalannya duel sengit tersebut.
Dengan bekal data positif dari Estoril, Vierge kini mengalihkan fokus penuh menghadapi seri pamungkas musim 2026 di Sirkuit Jerez. Evaluasi mendalam akan segera dilakukan agar tim mampu menghadirkan opsi set-up yang lebih optimal demi mengakhiri petualangan bersama Yamaha dengan manis.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!