SPONSORED

Will Buxton: Max Verstappen Layak Masuk Mount Rushmore F1

Notifikasi
Rizaldi Maulana
Rizaldi Maulana
0
Will Buxton: Max Verstappen Layak Masuk Mount Rushmore F1
TO NEWS OVERVIEW
Max Verstappen © XPB Images

Ketika lampu padam di awal musim Formula 1 2026, dominasi Max Verstappen kembali memukau dunia paddock. Kemenangan ke-72 dalam kariernya bukan sekadar angka statistik biasa, melainkan sebuah pencapaian monumental yang menyamai rekor kemenangan terbanyak bersama satu tim yang sebelumnya dipegang oleh legenda hidup Michael Schumacher bersama Ferrari. Momen bersejarah ini langsung memicu perdebatan hangat di kalangan para pengamat balap internasional.

Dilansir dari Crash.net, jurnalis kenamaan Will Buxton secara terbuka menyatakan bahwa pembalap asal Belanda tersebut kini sudah layak disandingkan dengan para legenda terbesar sepanjang masa. Performa konsisten yang ditunjukkan bersama Red Bull Racing membuktikan bahwa ia tidak hanya sekadar menang, tetapi juga membangun sebuah dinasti baru yang sangat kuat di era modern balap roda open-wheel.

Dalam siniar Up to Speed, diskusi mendalam mengupas bagaimana pencapaian 72 kemenangan bersama satu pabrikan mensejajarkan Verstappen dengan rekor legendaris Schumacher. Meskipun dari segi perolehan gelar juara dunia Schumacher masih unggul dengan tujuh titel berbanding empat milik Verstappen, bobot dari kemenangan perdana mesin buatan Red Bull Powertrains memberikan dimensi historis yang sama sekali berbeda bagi sang juara bertahan.

Carlos Sainz Semprot Glitch Software F1 di Sepang
Baca JugaCarlos Sainz Semprot Glitch Software F1 di Sepang

Menanggapi perbandingan lintas generasi tersebut, Buxton menegaskan bahwa perdebatan mengenai siapa yang terbaik memang selalu subjektif karena perbedaan era yang sangat kontras. Namun, ketika parameter penilaian ditarik pada karakteristik utama seorang juara sejati yang mampu bertahan di level tertinggi, pemegang nomor start satu itu dinilai telah memenuhi seluruh kriteria mutlak tanpa celah sedikit pun.

ADVERTISEMENT

Dengan perjalanan karier yang masih panjang dan potensi yang belum sepenuhnya habis, sang bintang utama Red Bull Racing ini diyakini tidak hanya sedang mengejar bayang-bayang masa lalu, tetapi juga tengah menulis ulang buku sejarah Formula 1 dengan tinta emasnya sendiri. Tempat di jajaran elite olahraga otomotif dunia kini bukan lagi sebuah angan-angan, melainkan sebuah pengakuan mutlak atas bakat luar biasa di atas aspal sirkuit.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU