Jacques Villeneuve, juara dunia Formula 1 1997, melontarkan kritik pedas terhadap Oscar Piastri setelah pembalap McLaren itu mengalami insiden lock-up ganda di Grand Prix Azerbaijan. Villeneuve menyebut momen tersebut sebagai "kesalahan rookie" yang fatal.
Insiden terjadi saat Piastri tengah melaju di posisi ketiga di Sirkuit Kota Baku. Ia tengah bertahan dari tekanan pembalap Red Bull, Isack Hadjar, di lintasan lurus utama. Saat itulah kedua roda depan mobilnya terkunci, membuatnya melebar ke area run-off. Akibatnya, ia kehilangan peluang podium dan terlempar ke posisi 15.
"Itu kesalahan rookie," ujar Villeneuve saat menganalisis momen tersebut di siaran Sky Sports F1. "Dia terlena, sedang melihat spion, dan benar-benar melewatkan titik pengereman. Itu kenyataannya. Kesalahan terjadi. Kau mendorong terlalu keras, tapi kau bisa lihat dia sedang melihat spion dan benar-benar meleset."

Bergabung dalam analisis, Jamie Chadwick, juara W Series tiga kali, menambahkan perspektifnya tentang balapan McLaren. "Saya mendengar radio dia sebelumnya. Ada banyak keluhan dari kedua pembalap McLaren tentang kesulitan mendapatkan performa terbaik dari mobil. Lando mendapat banyak arahan sepanjang putaran tentang di mana ia bisa meningkatkan performa," jelas Chadwick.
Ia menambahkan, "Pada akhirnya, kau menarik garis, dan itu sebuah kesalahan. Bahkan Oscar Piastri perlu melihatnya, tapi jarang sekali kau melihat double lock-up seperti itu dari pembalap seperti dia. Itu terasa aneh bagiku."
Piastri sendiri mengaku terkejut dengan insiden tersebut. "Ya, saya perlu memeriksanya karena itu benar-benar mengejutkan saya. Saya tidak merasa mengerem terlalu telat atau terlalu keras. Tiba-tiba kedua roda depan terkunci, jadi saya harus melihatnya," ujarnya kepada Sky Sports F1. "Akhir yang mengecewakan. Saya pikir paruh pertama balapan sangat kuat, jadi sayang sekali tidak ada hasil yang bisa ditunjukkan."
Balapan di Baku memang penuh drama. Rekan setim Piastri, Lando Norris, juga gagal finis setelah terlibat kontak dengan pembalap Alpine, Franco Colapinto dan Pierre Gasly. Sementara Piastri harus puas finis di posisi 14, jauh dari harapan awal. Insiden ini menjadi pukulan telak bagi McLaren yang tengah berjuang di klasemen konstruktor.
Kritik Villeneuve menyoroti betapa tipisnya batas antara agresivitas dan kesalahan di F1. Bagi Piastri, ini menjadi pelajaran berharga bahwa bahkan pembalap sekaliber dirinya bisa tergelincir oleh momen sekecil apa pun. McLaren pun harus bangkit cepat sebelum momentum musim ini hilang.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!