SPONSORED

Verstappen Terancam Penalti Grid Usai Masalah Mesin di Baku

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Verstappen Terancam Penalti Grid Usai Masalah Mesin di Baku
TO NEWS OVERVIEW
Max Verstappen faces an engine penalty this season © XPB Images

Max Verstappen dipastikan akan menerima penalti grid sebelum musim 2026 berakhir setelah mengalami masalah power unit pada kualifikasi Grand Prix Azerbaijan. Pembalap Red Bull itu hanya mampu finis kedelapan di Q3, jauh dari ekspektasi setelah sebelumnya memuncaki sesi latihan bebas ketiga.

Masalah mulai terdeteksi sejak Q1, di mana Verstappen melaporkan kehilangan setidaknya setengah detik per lap dibandingkan rekan setimnya. Kondisi memburuk di Q2 dan Q3, dengan power unit internal combustion engine (ICE) tidak lagi berfungsi optimal. "Di Q3 mesin itu sudah tidak bekerja dengan benar sama sekali," ujar Verstappen kepada media Belanda.

Menjelang balapan, Red Bull telah memasang berbagai komponen power unit baru pada mobil Verstappen, termasuk ICE, turbocharger, exhaust, dan komponen pendukung. FIA mengonfirmasi bahwa ICE, turbo, dan exhaust tersebut merupakan yang terakhir dari alokasi pool pembalap asal Belanda itu. Konsekuensinya, penalti grid tak terhindarkan.

Villeneuve: Karier F1 Ocon Berakhir Usai Haas?
Baca JugaVilleneuve: Karier F1 Ocon Berakhir Usai Haas?

"Pasti akan ada penalti di suatu titik," tegas juara dunia empat kali itu. Ia memperkirakan penalti akan dijatuhkan pada balapan-balapan berikutnya, mengingat komponen baru yang dipasang di Baku adalah yang terakhir dari jatah yang diizinkan regulasi.

ADVERTISEMENT

Fenomena penalti power unit juga dialami pembalap lain. Andrea Kimi Antonelli dari Mercedes menjalani penalti di Grand Prix Italia dan sukses finis pertama dari posisi ke-19. Sementara itu, rekan setimnya, George Russell, akan menerima penalti saat Mercedes memperkenalkan upgrade ADUO. Charles Leclerc dari Ferrari awalnya dijadwalkan menerima penalti di Baku, namun tim memutuskan menundanya ke balapan lain.

Bagi Verstappen dan Red Bull, masalah ini menambah kompleksitas perjuangan di sisa musim. Kehilangan performa akibat power unit yang tidak optimal dapat memengaruhi posisi keduanya di klasemen, terutama jika penalti grid harus diambil pada balapan yang krusial. Tim kini harus menyusun strategi untuk meminimalkan dampak penalti, sekaligus memastikan keandalan mesin tetap terjaga hingga akhir musim.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU