Max Verstappen tidak pernah menyembunyikan ketidaksukaannya terhadap format Sprint. Ketika F1 mengumumkan perluasan Sprint menjadi sepuluh akhir pekan pada musim 2027, pembalap Red Bull Racing itu kembali menyuarakan penolakannya. Baginya, balapan pendek Sabtu tidak memiliki daya tarik emosional seperti grand prix sesungguhnya.
Keputusan F1 menambah jumlah Sprint menjadi sepuluh balapan pada 2027 memicu perdebatan panas. Liberty Media berharap format ini bisa menghidupkan setiap akhir pekan, tetapi para penggemar tradisional justru menganggapnya sebagai pengikisan esensi balapan. Apalagi, untuk pertama kalinya sirkuit legendaris Monaco akan menyelenggarakan Sprint, sebuah keputusan yang dianggap kontroversial mengingat karakteristik trek yang sempit dan sulit untuk menyalip.
Verstappen pun angkat bicara di paddock Baku. “Secara pribadi saya tidak menyukainya, tapi saya mengerti alasan di balik keputusan ini. Bagi saya, fokus saya selalu pada grand prix. Di Monaco nanti akan sama saja dengan balapan utama: semua orang bersemangat saat start, lalu kamu tidak bisa menyalip. Cukup sederhana,” ujarnya.

Pembalap asal Belanda itu juga menegaskan bahwa ia tidak peduli di mana Sprint digelar. “Saya tidak peduli di mana Sprint diadakan. Saya akan membalap dan tentu saja berusaha maksimal. Tapi saya tidak merasakan emosi apa pun saat memenangkannya. Sejak kecil saya sudah tidak sabar menunggu balapan utama,” tambahnya.
Selain Monaco, balapan Sprint 2027 akan berlangsung di Bahrain, Australia, Jepang, Kanada, Silverstone, Monza, Brasil, Qatar, dan Abu Dhabi. Namun, jadwal di Timur Tengah masih berisiko tinggi akibat perang di Iran. Situasi geopolitik ini bisa memaksa F1 melakukan penyesuaian mendadak.
Kritik Verstappen bukanlah hal baru. Sejak format Sprint diperkenalkan pada 2021, ia kerap menyebutnya sebagai “permainan lotre” yang mengurangi nilai balapan sesungguhnya. Meski demikian, ia tetap profesional dan selalu berusaha tampil optimal. Sergio Perez, rekan setimnya, mengakui bahwa di grup chat pembalap, banyak komentar sinis muncul terkait perluasan ini.
Yang jelas, keputusan ini akan terus menuai pro dan kontra. Bagi Verstappen, balapan utama tetaplah segalanya. “Saya tidak sabar menunggu balapan,” pungkasnya. Pernyataan ini menegaskan bahwa bagi sang juara dunia, emosi sejati hanya ada di balapan Minggu.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!