Hujan deras yang mengguyur sirkuit sempat menunda jalannya balapan, namun drama sesungguhnya baru dimulai ketika para pembalap bersiap melakukan lap formasi. Sejumlah mobil mendadak merayap pelan hingga terhenti total di trek, memicu kebingungan masif yang dikeluhkan para bintang grid sebagai situasi mengerikan akibat mobil yang terlalu rumit.
Usut punya usut, insiden ini berakar dari masalah teknis tak terduga. Regulasi mewajibkan mode mesin khusus hujan dengan pembatasan daya maksimum 250kW demi alasan keselamatan, jauh lebih rendah dibanding 350kW pada kondisi kering. Masalah pelik muncul di Tikungan 9 Sirkuit Sepang, sektor krusial di mana sistem MGU-K seharusnya bisa mati total tanpa perlu proses penurunan daya bertahap.
Ketika Max Verstappen dan para rivalnya melaju sangat lambat di belakang safety car, tekanan boost menurun drastis tanpa ada dukungan MGU-K untuk menyelamatkan situasi. Celakanya, sebuah bug dalam sistem justru memicu penguncian darurat selama 60 detik yang dinamakan 'continuous offset', sebuah aturan pencegahan trik mesin tim yang berimbas pada lumpuhnya tenaga mesin internal.

Menghadapi situasi genting ini, FIA bergerak cepat dengan merilis software darurat untuk menghapus batasan 250kW di sektor bermasalah tersebut. Langkah kilat ini memastikan pasokan tenaga MGU-K tetap tersedia pada kecepatan rendah, sehingga balapan akhirnya bisa dilanjutkan setelah penundaan panjang yang menguji kesabaran seluruh tim.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!