WRC, Sportrik Media - Sami Pajari mengungkap perjalanan tidak biasa ketika memperoleh surat izin mengemudi, meski kini dikenal sebagai salah satu pembalap muda paling kompetitif dalam Kejuaraan Reli Dunia. Pembalap Toyota Gazoo Racing World Rally Team itu baru berhasil menyelesaikan ujian praktik pada percobaan ketiga setelah dua kesempatan sebelumnya berakhir tanpa dirinya sempat mengendarai mobil.
Pajari membicarakan pengalaman tersebut ketika tampil dalam program Gogin kantabaari milik Yle. Pembalap Finlandia itu menjalani latihan menggunakan izin belajar dengan bimbingan ayahnya, tetapi proses memperoleh SIM tidak berjalan sebaik perkembangannya di lintasan reli. Hambatan yang dialaminya bukan disebabkan oleh kesalahan mengemudi, melainkan persoalan administratif dan kerusakan kendaraan.
“Saya tidak lulus pada percobaan pertama. Itu baru berhasil pada percobaan ketiga,” kata Pajari.

Upaya pertama berakhir sebelum ujian praktik dimulai karena Pajari tidak membawa dokumen yang diperlukan. Ia belum menerima sertifikat pelatihan kesadaran risiko dari sekolah mengemudi, padahal dokumen tersebut merupakan persyaratan wajib sebelum peserta diperbolehkan mengikuti ujian di jalan raya.
“Saya tidak memiliki dokumennya. Saya belum menerima dokumen apa pun dari sekolah mengemudi,” jelas Pajari.
“Saya bahkan tidak sempat mengemudi. Itu langsung menjadi kegagalan pertama,” lanjutnya sambil tertawa.
Percobaan kedua menghadirkan masalah berbeda. Pajari berencana menggunakan mobil milik saudara laki-lakinya, tetapi sistem penguncian sentral kendaraan tersebut mengalami kerusakan. Ia tidak dapat masuk ke dalam mobil, sehingga ujian kembali tidak bisa dilaksanakan meskipun persoalan administrasi sebelumnya telah diselesaikan.
“Penguncian sentral pada mobil saudara saya rusak, jadi saya tidak dapat masuk ke dalam mobil. Itu menjadi kegagalan kedua,” kata Pajari.
Pada kesempatan ketiga, Pajari akhirnya dapat mengikuti ujian praktik secara penuh. Tidak ada lagi persoalan dokumen maupun kendaraan, dan kemampuan mengemudinya langsung menghasilkan kelulusan. Pengalaman tersebut menjadi kontras menarik dengan kariernya, karena setelah memperoleh SIM, Pajari justru berkembang menjadi pembalap profesional yang mampu mengendalikan mobil Rally1 pada kecepatan tinggi di berbagai permukaan.
“Begitu saya bisa mengemudi, semuanya berjalan cukup baik dan saya lulus,” ujarnya.
Perjalanan karier Pajari setelah itu bergerak cepat. Ia memenangi Junior WRC pada 2021, meraih gelar WRC2 pada 2024, kemudian menjalani program penuh di kelas utama bersama Toyota. Perkembangannya memperlihatkan kemampuan beradaptasi terhadap mobil, permukaan, dan karakter reli yang berbeda, termasuk aspal, salju, gravel, serta kondisi jalan dengan tingkat grip yang terus berubah.
Musim 2026 menjadi fase terkuat Pajari sejauh ini di level utama. Setelah tujuh putaran, ia telah mengumpulkan 96 poin dan berada di posisi keempat klasemen pembalap. Pajari juga mencatatkan lima podium dalam enam reli terakhir, menunjukkan peningkatan konsistensi setelah meraih podium WRC pertamanya pada Rally Japan 2025.
Hasil terbaiknya musim ini datang pada Croatia Rally ketika ia finis kedua. Pajari sempat memimpin reli dan berada dalam persaingan untuk meraih kemenangan pertamanya sebelum kehilangan waktu akibat harus mengganti roda dan ban. Meski peluang kemenangan berakhir, ia tetap mencapai finis terbaik sepanjang karier WRC dan membantu Toyota mengamankan hasil satu-dua.
Kecepatan Pajari tidak hanya terlihat dari hasil akhir, tetapi juga melalui kemampuannya menjaga mobil di kelompok depan dalam reli dengan karakter berbeda. Dibandingkan pengalaman memperoleh SIM yang ditentukan oleh dokumen dan kerusakan penguncian mobil, persaingannya di WRC membutuhkan pengelolaan ban, pembacaan grip, ketepatan pace note, serta koordinasi dengan co-driver Marko Salminen.
Pajari kini berada di belakang tiga pembalap dalam klasemen. Rekan setimnya, Elfyn Evans, memimpin dengan 151 poin, diikuti Takamoto Katsuta dengan 131 poin dan Oliver Solberg dengan 102 poin. Selisih enam angka dari Solberg membuat perebutan posisi tiga besar tetap terbuka menjelang fase berikutnya musim.
Perhatian Pajari berikutnya beralih menuju Rally Greece pada akhir Juni. Reli gravel tersebut akan menghadirkan temperatur tinggi, permukaan kasar, dan risiko kerusakan ban yang lebih besar dibandingkan putaran sebelumnya. Setelah membuktikan konsistensi melalui lima podium, Pajari memiliki peluang melanjutkan tekanan terhadap Solberg sekaligus mempertahankan posisinya dalam persaingan internal Toyota.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!