Musim WRC memang baru saja tuntas di Sardinia akhir pekan lalu, namun peraih medali perunggu Sami Pajari dan Marko Salminen langsung bersiap kembali ke balik kemudi pada akhir pekan berikutnya. Alih-alih mengandalkan mobil reli modern yang biasa mereka besut di kejuaraan dunia, keduanya memilih untuk turun di ajang lokal dengan mobil klasik yang membangkitkan nostalgia era keemasan reli.
Kali ini, duo tersebut akan memacu kendaraan berbeda di mana Marko Salminen juga akan mengambil alih kemudi sebagai pereli utama. Sementara itu, Sami Pajari akan mengandalkan mobil pribadinya yaitu Toyota Corolla GT, sedangkan rekannya tersebut bakal bersaing menggunakan Toyota Starlet di atas lintasan gravel khas Finlandia yang menantang.
Sembari berkelakar usai merampungkan reli di Sardinia, Sami Pajari mengungkapkan antusiasmenya menghadapi ajang akhir pekan ini. Bukan sekadar balapan biasa, pereli muda berbakat tersebut bahkan menyamakannya dengan pesta olahraga akbar empat tahunan yang menyita perhatian dunia internasional.

"Bukankah itu acara utama tahun ini? Ini seperti Olimpiade. Selain Kejuaraan Dunia, masih ada Olimpiade yang bahkan lebih besar. Jadi ini adalah hal yang nyata," ujar Sami Pajari dengan nada ceria seperti dilansir dari RallyJournal. "Kami akan mengendarai mobil klasik Toyota penggerak roda belakang milik kami sendiri di beberapa jalan Finlandia yang biasa dan indah."
Dalam petualangan kali ini, Sami Pajari akan ditemani oleh Janne Ahtovirta yang bertindak sebagai navigator. Keduanya bukan pasangan baru di kokpit, mengingat mereka terakhir kali berduet setahun lalu pada putaran Kejuaraan Reli Finlandia di Lahti.
Di sisi lain, Marko Salminen lebih dikenal publik luas sebagai seorang co-driver andal, namun ia sebenarnya memiliki pengalaman masif di balik kemudi. Sepanjang era 2000-an, ia pernah turun di berbagai putaran F-Cup yang juga menggunakan mobil Toyota Starlet.
Menariknya, Marko Salminen terakhir kali turun sebagai pereli utama di Kankaanpaa pada tahun 2022 silam. Pada saat itu, peran navigator justru diemban langsung oleh Sami Pajari yang kini menjadi rival sekaligus rekan setimnya di akhir pekan ini.
Ajang reli yang akan dihelat di Hartola tersebut rencananya bakal diikuti oleh sekitar 100 pereli dari berbagai kategori. Meski tidak masuk dalam kalender hitungan kejuaraan apapun tahun ini, panitia menyediakan kelas undangan khusus berisikan 10 mobil yang dipimpin langsung oleh Sami Pajari sebagai pembuka rute.
Menghadapi persidangan di atas lintasan tanah nanti, Sami Pajari mengaku tidak ingin membebani diri dengan target hasil akhir. Fokus utamanya murni mencari hiburan, menikmati geseran bodi mobil, serta merayakan esensi murni dunia reli.
"Kami berharap mendapatkan pertarungan yang menyenangkan, tetapi ini lebih tentang bersenang-senang, melakukan aksi 'slide' yang panjang, dan menikmati reli pada bentuknya yang paling murni," pungkas Sami Pajari menutup persiapan akhir pekannya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!