Carlos Sainz harus menerima kenyataan pahit setelah sesi kualifikasi GP Baku. Pembalap Williams itu dijatuhi hukuman turun lima posisi start karena dianggap tidak memperlambat kendaraannya saat bendera kuning dikibarkan. Hukuman ini membuatnya melorot dari posisi kesembilan ke urutan keempat belas di grid balapan Minggu.
Insiden yang menjerat Sainz terjadi di penghujung Q3, tepatnya di tikungan 2 hingga mendekati tikungan 3. Menurut laporan steward, Sainz sebenarnya sudah mendapat peringatan dari tim melalui radio untuk mengurangi kecepatan. Namun, pembalap asal Spanyol itu beralasan bahwa ia baru memperlambat mobilnya saat memasuki tikungan 3 dan keluar dari tikungan tersebut, karena merasa mobil yang memicu bendera kuning sudah tidak berada di area run-off. Steward menolak dalih tersebut karena aturan menyebutkan pembalap wajib melambat di setiap sektor. Yang memberatkan, di sektor 4 Sainz justru mencatatkan waktu terbaiknya sepanjang sesi kualifikasi.

Nasib berbeda dialami Sergio Perez. Pembalap Red Bull itu mendapat penalti tiga posisi karena menghalangi laju Oscar Piastri di Q1. Meski sudah dua kali diperingatkan lewat radio, Perez tetap memperlambat mobilnya di antara tikungan 19 dan 20 saat sedang memanaskan ban. Akibatnya, Piastri yang melaju kencang harus mengangkat kaki dan mengubah arah pada kecepatan sekitar 300 km/jam. Piastri sendiri mengakui bahwa manuver Perez tidak membuatnya kehilangan waktu signifikan, namun steward tetap menilai Checo bersalah melakukan impeding.

Dengan hukuman ini, posisi start Perez bertukar dengan rekan setimnya, Valtteri Bottas, di barisan kedua dari belakang. Sementara itu, Sainz harus memulai balapan dari posisi yang jauh lebih sulit, memaksa tim Williams menyusun strategi agresif untuk bisa merebut poin. Penalti ini jelas menjadi pukulan telak bagi kedua pembalap yang sedang berjuang memperbaiki posisi di klasemen.
Keputusan steward ini sontak memicu reaksi dari para penggemar. Banyak yang menyoroti konsistensi penegakan aturan, terutama terkait bendera kuning dan impeding. Ada yang berpendapat bahwa pembalap non-Inggris cenderung lebih mudah dihukum dibandingkan pembalap Inggris. Namun, terlepas dari polemik tersebut, perubahan grid ini dipastikan menambah drama balapan di Sirkuit Baku, yang dikenal sempit dan menuntut presisi tinggi.
Bagi Sainz, insiden ini menjadi pukulan moral setelah ia tampil kompetitif di kualifikasi. Kini ia harus mengerahkan segala kemampuan untuk menembus barisan depan dari posisi ke-14. Sementara Perez, yang dikenal sebagai raja jalanan, tetap memiliki peluang mencetak poin meski start dari belakang. Balapan nanti akan menjadi ujian bagi keduanya untuk membuktikan bahwa mereka masih layak diperhitungkan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!