SPONSORED

Sainz Kecam FIA Terapkan Standar Ganda Regulasi Software F1

Notifikasi
Farhan Ariadi
Farhan Ariadi
0
Sainz Kecam FIA Terapkan Standar Ganda Regulasi Software F1
TO NEWS OVERVIEW
Sainz Kecam FIA Terapkan Standar Ganda Regulasi Software F1

Ketegangan di paddock Formula 1 kembali memuncak setelah Carlos Sainz melontarkan kritik pedas terhadap manajemen balap dan Federasi Automotif Internasional (FIA) usai insiden kontroversial yang mewarnai sesi kualifikasi sprint. Memasuki fase akhir musim yang kian sengit, reliabilitas perangkat lunak atau software justru memunculkan persoalan memalukan yang mencederai prinsip keadilan kompetisi di lintasan balap kelas dunia.

Masalah bermula ketika kegagalan sistem pencatatan waktu memaksa pengawas balap melakukan penyelamatan terhadap nasib pembalap pendatang baru Gabriel Bortoleto. Namun, di balik kekacauan kronometrik tersebut, sebuah celah teknis yang jauh lebih krusial luput dari penanganan cepat otoritas, di mana sejumlah mobil secara ilegal atau tidak sengaja mampu mengaktifkan mode menyalip alias overtake mode selama sesi SQ1 berlangsung.

Keuntungan performa yang didapatkan oleh sebagian peserta ini langsung memicu kemarahan besar dari kubu Williams yang merasa dirugikan secara telak. Menurut pembalap asal Spanyol tersebut, ketimpangan tenaga mesin yang terjadi akibat celah software membuat jalannya kualifikasi sama sekali tidak adil bagi kontestan lain yang tampil dengan spesifikasi standar tanpa bantuan ekstra.

Kimi Antonelli Sebut Mobil Baru Mercedes F1 Sangat Tidak Prediktabil
Baca JugaKimi Antonelli Sebut Mobil Baru Mercedes F1 Sangat Tidak Prediktabil

Dalam wawancara eksklusif yang dilansir dari FormulaPassion, Sainz mengecam keras sikap pasif pengawas balap yang memilih membiarkan kompetisi tetap berjalan alih-alih menghentikannya demi menegakkan keadilan. Ia menegaskan bahwa separuh grid melaju dengan keunggulan waktu hingga setengah detik lebih cepat murni karena masalah teknis internal sistem elektronik mobil mereka.

ADVERTISEMENT

Kritik tajam tersebut juga menyeret perbandingan dengan insiden kontroversial sebelumnya di Malaysia yang sempat melibatkan Lewis Hamilton, di mana pengawas langsung mengambil tindakan tegas berupa pengibaran bendera merah. Sainz menutup pernyataannya dengan keheranan mendalam mengapa regulasi olahraga ini seolah bisa berubah-ubah dan diterapkan secara subjektif tergantung pada siapa pembalap yang menjadi korban eliminasi.

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU