George Russell menutup hari Kamis di Baku dengan menjadi yang tercepat pada sesi latihan kedua (FP2) Grand Prix Azerbaijan 2026. Pebalap Mercedes itu mencatatkan waktu 1:43.347, unggul atas rekan setimnya, Kimi Antonelli, yang finis kedua, sehingga Mercedes mengunci posisi 1-2. Namun, di balik performa impresif tersebut, FP2 berlangsung kacau dengan berbagai insiden yang melibatkan tabrakan dinding, bendera merah, dan kekhawatiran akan unit tenaga di seluruh grid.
Antonelli, yang absen di awal sesi akibat kerusakan teknis pada FP1, mampu bangkit dan menempati posisi kedua. Paket Mercedes tampak paling seimbang di ketiga sektor sirkuit, mengelola deployment energi secara efisien untuk memaksimalkan kecepatan di lintasan lurus utama sepanjang 2,2 km, terpanjang di kalender F1.
Max Verstappen dari Red Bull menempati posisi ketiga, diikuti oleh Charles Leclerc dan Lewis Hamilton yang melengkapi lima besar untuk Ferrari dan Mercedes. Sesi ini memberikan lebih banyak waktu lintasan dibandingkan FP1 pagi, meski gangguan tetap menjadi fitur konstan. Beberapa pebalap terpaksa keluar ke area run-off, memicu bendera kuning periodik.

Nasib sial menimpa pebalap rookie Racing Bulls, Arvid Lindblad, pada akhir pekan F1 pertamanya di sirkuit jalanan yang menantang ini. Ia menabrak dinding saat menanjak melalui Tikungan 8 dan 9, merusak suspensi depan kanannya dan memicu bendera merah pertama di Grand Prix Azerbaijan. Lindblad tidak dapat melanjutkan sesi dan berakhir di posisi ke-18.
Penghentian tersebut berlangsung singkat, tetapi drama belum berakhir. Tepat setelah sesi dimulai kembali, unit tenaga Haas yang dikemudikan Oliver Bearman menyerah, membuat pebalap Inggris itu terhenti di posisi ke-20 dan menambah daftar panjang masalah keandalan di paddock. Insiden ini menjadi pukulan bagi Haas yang tengah berjuang mengembangkan mobilnya.
Dengan hasil ini, Mercedes menunjukkan sinyal kebangkitan setelah musim lalu yang sulit. Kecepatan Russell dan Antonelli di Baku menjadi indikasi bahwa W16 mampu bersaing di trek jalanan yang mengutamakan efisiensi energi dan stabilitas. Sementara itu, Red Bull dan Ferrari masih membuntuti, dengan Verstappen dan Leclerc yang belum mampu menandingi catatan waktu Mercedes.
FP2 ini juga menjadi peringatan bagi tim-tim tentang pentingnya keandalan di sirkuit Baku yang terkenal keras. Dengan jarak tempuh yang panjang dan dinding yang dekat, setiap kesalahan bisa berakibat fatal. Balapan akhir pekan ini diprediksi akan berlangsung sengit, dengan Mercedes sebagai kandidat kuat peraih pole position.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!