George Russell tidak menyembunyikan kekecewaannya setelah sesi latihan bebas Jumat di Sirkuit Sepang. Pembalap Mercedes itu menilai mobil W17 miliknya masih "off the pace" dan membutuhkan penyesuaian setup jelang kualifikasi dan balapan. Ia finis kedua di FP1 dan turun ke peringkat tujuh di FP2, terpaut 0,383 detik dan 0,492 detik dari Max Verstappen serta Charles Leclerc yang menjadi yang tercepat.
Kondisi di Sepang memang menantang. Cuaca panas dan lembap khas Asia Tenggara membuat degradasi ban melonjak drastis. "Bagi saya pribadi, mengendarai sirkuit ini sangat keren, saya belum pernah ke sini sebelumnya—ini tempat yang ikonik," ujar Russell kepada F1 TV. "Tapi dengan kondisi seperti ini, degradasi ban sangat besar bagi semua orang dan mobil beroperasi di jendela yang sangat berbeda."
Rekan setimnya yang juga pemimpin klasemen, Kimi Antonelli, juga kesulitan. Pembalap muda Italia itu hanya finis kelima di FP1 dan kedelapan di FP2, jauh dari performa dominannya sepanjang 2026. Ini menjadi sinyal bahwa Mercedes belum sepenuhnya memahami karakteristik trek Malaysia yang kembali ke kalender F1 untuk pertama kalinya sejak 2017, menggantikan Bahrain yang tidak bisa menggelar balapan akibat konflik di Timur Tengah.

Meski demikian, FP1 mungkin lebih representatif dengan Russell di posisi kedua. Di FP2, baik Russell maupun Antonelli tidak mencatatkan waktu putaran dengan ban soft karena masing-masing melakukan kesalahan di sektor terakhir. Artinya, potensi mobil yang membawa paket upgrade besar—tujuh komponen baru yang berfokus pada lantai, suspensi belakang, sudut, dan bodi—masih bisa digali lebih dalam.
"Saya merasakan tambahan downforce di beberapa tikungan, tapi dengan tingkat overheating dan degradasi ban seperti ini, itu mengalahkan segalanya," jelas Russell. "Kami perlu mengatasinya semalam. Ini lebih soal setup daripada upgrade itu sendiri." Pernyataan ini menegaskan bahwa masalah utama Mercedes bukan pada paket teknis, melainkan pada cara mereka memaksimalkan ban di kondisi ekstrem Sepang.
Persaingan di depan semakin ketat. Red Bull, McLaren, dan Ferrari semuanya tampil kompetitif. Verstappen menunjukkan kecepatan mentah yang mengesankan, sementara Race pace McLaren juga tak bisa diremehkan. "Verstappen terlihat sangat cepat dan race pace McLaren juga sangat cepat, tapi never say never," tambah Russell, yang masih berpeluang meraih pole keenamnya musim ini.
Dengan sesi kualifikasi yang akan digelar Sabtu, Mercedes harus bergerak cepat. Perubahan setup pada malam hari akan menjadi kunci apakah mereka bisa kembali bersaing di depan, atau justru semakin tertinggal dalam perebutan gelar yang sejauh ini didominasi Antonelli.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!