George Russell mengaku bahwa keputusan tim untuk mempertahankan posisi Kimi Antonelli di depan dirinya pada akhir Grand Prix Belanda merupakan "keputusan yang tepat". Momen ini terjadi saat keduanya bersaing ketat untuk memperebutkan posisi kedua di belakang pemenang lomba, Lando Norris.
Sepanjang balapan di Zandvoort, Antonelli dan Russell berada di posisi kedua dan keempat, dipisahkan oleh Lewis Hamilton yang membela Ferrari. Ketika virtual safety car (VSC) muncul akibat mobil Esteban Ocon yang berhenti, situasi menjadi semakin rumit. Hamilton memanfaatkan momen tersebut untuk melakukan pit stop yang lebih murah pada lap 56, memaksa Mercedes bereaksi cepat dengan memanggil Antonelli masuk untuk mengantisipasi undercut Ferrari.
Namun, Mercedes memilih untuk tidak memanggil Russell masuk, karena ia akan tetap berada di belakang Hamilton jika pun melakukan pit. Keputusan ini membuat Russell naik ke posisi kedua di lintasan, tetapi dengan ban keras yang lebih tua, ia langsung mendapat tekanan dari Antonelli yang menggunakan ban lebih segar. Tim lantas memerintahkan Russell untuk memberi jalan kepada rekan setimnya yang sedang memimpin klasemen, dan Russell pun menurut meski sempat mempertanyakan perintah tersebut demi mengamankan podium.

Beruntung, VSC kedua di akhir balapan membantu Russell bertahan dari serangan Hamilton, sehingga Mercedes berhasil membawa pulang hasil ganda di podium. Meski demikian, performa Mercedes masih kalah dari McLaren untuk akhir pekan kedua berturut-turut, sebuah sinyal yang patut diwaspadai.
Menjelang akhir balapan, Russell mengakui bahwa pertukaran posisi tersebut memang keputusan yang benar, karena Antonelli akan tetap melewatinya dengan ban yang jauh lebih cepat. "Kimi memang berada di depanku, jadi dia pantas finis di depan," ujar Russell. "Saat balapan, kita pasti ingin bertarung untuk setiap posisi. Tapi dengan kecepatan dan ban baru, dia pasti akan menyalip, jadi itu keputusan yang tepat. Aku senang bisa berdiri di podium, sudah cukup lama juga. Akhir pekan ini solid, jadi aku ambil sisi positifnya."
Antonelli sendiri berterima kasih kepada Russell atas kerjasama timnya, meski ia mengkhawatirkan lompatan performa besar yang ditunjukkan McLaren dalam dua balapan terakhir. "George adalah pemain tim yang hebat, dan aku senang dia bisa bertahan di P3," kata pembalap Italia tersebut. "Balapan sangat intens, dan aku berhasil memimpin di awal. Tapi dari stint kedua, aku kehilangan feeling dengan mobil, banyak selip. Di akhir, Lando menyalipku dan aku tahu sudah tidak ada kesempatan lagi. Kami perlu mencari waktu, karena McLaren sudah membuat langkah besar."



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!