Nico Rosberg tidak bisa menyembunyikan kekecewaannya terhadap Williams. Mantan pembalap yang memulai karier F1 bersama tim Grove itu menyebut musim 2026 mereka sebagai sebuah "shocker" – sebuah bencana yang seharusnya tidak terjadi.
Williams memang tampil jauh dari ekspektasi. Mobil FW48 yang mereka usung sejak awal musim sudah terlihat bermasalah: kurang kompetitif dan kelebihan berat. Alih-alih melaju kencang, tim harus bekerja ekstra keras hanya untuk keluar dari keterpurukan. Hingga kini, mereka hanya mengumpulkan 11 poin dan terpuruk di peringkat sembilan klasemen konstruktor.
Rosberg, yang kini menjadi pundit di Sky Sports F1, mengungkapkan akar masalahnya. Menurutnya, Williams terlalu ambisius saat mengembangkan sasis selama musim dingin. "Mereka mencoba hal-hal baru, ingin berinovasi, tapi akhirnya malah menjadi bumerang," ujarnya. "Mobilnya kelebihan beban. Ingat, 10 kg ekstra saja berarti kehilangan tiga persepuluh detik per lap. Itu kerugian waktu yang sangat besar."

Dengan mesin Mercedes yang seharusnya menjadi kekuatan utama, Rosberg menilai tidak ada alasan bagi Williams untuk tampil buruk. "Mereka punya mesin terbaik, jadi tidak ada alasan. Saya yakin aerodinamisnya juga tidak dalam kondisi optimal. Mereka masih harus berbenah."
Musim lalu, Williams mengejutkan banyak pihak dengan finis di posisi kelima klasemen konstruktor dan meraih dua podium. Kini, mereka justru terpuruk. Rosberg menyoroti tekanan yang dihadapi James Vowles sebagai team principal. "Ini momen sulit bagi James. Saya sangat menghormatinya, tapi dia harus melewati masa-masa berat ini dan membawa tim kembali ke arah positif. Tidak mudah."
Perubahan performa yang drastis ini menjadi tamparan keras bagi tim yang berbasis di Grove. Setelah menunjukkan progres signifikan dalam beberapa tahun terakhir, mereka kini harus kembali berjuang dari dasar. Rosberg bahkan menyebutnya sebagai kejutan yang menyakitkan.
Meski demikian, masih ada waktu bagi Williams untuk memperbaiki keadaan. Namun, dengan kompetisi yang semakin ketat, mereka harus segera menemukan solusi teknis dan strategi yang tepat. Jika tidak, musim 2026 bisa menjadi salah satu yang terburuk dalam sejarah tim.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!