SPONSORED

Roope Korhonen Akui Pace Kurang di WRC Yunani 2026

Notifikasi
Edeh Cupe
Edeh Cupe
0
Roope Korhonen Akui Pace Kurang di WRC Yunani 2026 TO NEWS OVERVIEW
Roope Korhonen. Photo: TGR WRT

Roope Korhonen mengakui performanya belum berada di level yang dibutuhkan meski finis keempat di kategori WRC2 pada WRC Yunani 2026.

Pembalap Toyota itu menjalani debutnya di Acropolis Rally Greece dan langsung menghadapi akhir pekan yang menuntut adaptasi cepat. Setelah tiga special stage pertama hari Jumat, Korhonen masih berada di posisi kedelapan WRC2, tertinggal lebih dari 50 detik dari Andreas Mikkelsen.

Ritmenya membaik pada Jumat sore, ketika ia naik ke posisi kelima berkat peningkatan pace dan masalah yang dialami beberapa rival. Posisi tersebut bertahan sepanjang Sabtu sebelum urutan kembali berubah pada Minggu pagi akibat sejumlah ban bocor di kelompok depan.

Akio Toyoda Puji Toyota Usai Menang WRC Yunani 2026
Baca JugaAkio Toyoda Puji Toyota Usai Menang WRC Yunani 2026

Robert Virves mengambil alih pimpinan WRC2 setelah Mikkelsen kehilangan posisi teratas, sementara ban bocor Jan Solans membuat Korhonen naik ke posisi keempat. Meski mengalami dua ban bocor pada special stage terakhir, Korhonen tetap mencapai finis dan mempertahankan posisi tersebut.

ADVERTISEMENT

"Tergantung bagaimana Anda melihatnya. Ini bukan hasil yang benar-benar hebat. Sisi positifnya, kami mencetak poin karena sangat mudah melakukan kesalahan dan pulang tanpa hasil. Dari sudut itu, hasil ini cukup baik, tetapi dari sisi pace murni kami masih sangat jauh dari level yang seharusnya. Sejujurnya saya tidak tahu mengapa," kata Korhonen.

Korhonen menilai mobil Skoda tampil jauh lebih kuat sepanjang akhir pekan. Ia mengakui tidak memiliki jawaban terhadap kecepatan mereka, sementara dari sisi mengemudi ia merasa reli tidak pernah benar-benar berjalan sesuai ritme yang diharapkan.

"Skoda sangat cepat. Kami benar-benar tidak punya jawaban terhadap pace mereka. Dari sudut pandang mengemudi, semuanya tidak pernah menyatu sebagaimana mestinya," ujarnya.

ADVERTISEMENT

Korhonen juga tidak sepenuhnya yakin seberapa besar kurangnya pengalaman di Yunani memengaruhi hasil akhirnya. Namun, ia mengakui pendekatan awalnya mungkin terlalu konservatif karena menganggap Acropolis Rally lebih banyak soal bertahan daripada menyerang.

"Saya mungkin datang ke reli ini dengan pola pikir yang salah. Saya pikir ini akan lebih banyak tentang bertahan. Tetapi stage hari Sabtu menunjukkan bahwa sebenarnya tidak perlu terlalu menahan diri. Itu adalah stage reli yang benar-benar bisa diserang. Sulit mengatakan apa yang kurang, tetapi setidaknya kami mendapatkan pengalaman berharga," tutup Korhonen.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU