Upaya Williams untuk mengubah aturan batasan biaya Formula 1 menjelang musim 2027 tampaknya harus menghadapi jalan terjal setelah sejumlah rival kunci menyatakan penolakan terhadap gagasan perombakan tersebut. Dorongan yang diinisiasi oleh Prinsipal Tim Williams, James Vowles, untuk memperkenalkan mekanisme pengejaran ketertinggalan di dalam regulasi finansial kini bersiap dibawa ke meja voting Komisi F1 berikutnya.
Untuk meloloskan perubahan regulasi pada tahun 2027, usulan ini membutuhkan dukungan minimal dari enam dari total sebelas tim yang ada saat ini. Sementara itu, revisi regulasi untuk tahun 2028 hanya memerlukan empat suara setuju. Rencana James Vowles untuk memberikan kebebasan investasi tambahan bagi tim-tim kecil sejauh ini dikabarkan telah mendapat dukungan luas dari empat tim lainnya, yakni Alpine, Aston Martin, Audi, dan Cadillac.
Jika dukungan tersebut bertahan hingga pemungutan suara resmi dilakukan ditambah dengan suara dari kubu mereka sendiri, Williams sebenarnya hanya kurang satu suara lagi untuk mengesahkan aturan tersebut untuk tahun depan. Kendati demikian, suara keenam yang sangat krusial tersebut diprediksi akan sangat sulit diraih. Haas diyakini menolak perubahan ini, sementara Racing Bulls juga telah mengindikasikan ketidaksetujuan mereka terhadap segala bentuk perubahan aturan.

Prinsipal Tim Racing Bulls, Alan Permane, menegaskan pada akhir pekan Grand Prix Singapura bahwa dirinya merasa aturan pembatasan biaya yang berlaku saat ini sudah berjalan dengan sangat baik. Ia menilai regulasi yang ada telah memberikan kebebasan yang cukup bagi setiap skuad untuk melakukan investasi modal yang diperlukan tanpa harus merombak sistem secara besar-besaran.
"Saya tidak berpikir kami akan mendukung perubahan total pada aturan batasan biaya untuk mulai bisa menghabiskan uang dalam jumlah jauh lebih besar," ujar Alan Permane ketika ditanya oleh The Race mengenai gagasan James Vowles. Ia menambahkan bahwa regulasi tersebut telah melayani Formula 1 dengan sangat baik selama enam tahun penerapannya dan memberikan ruang bagi tim yang ingin melakukan belanja modal besar dengan mekanisme cicilan di tahun-tahun berikutnya.
Di sisi lain, tim-tim papan atas Formula 1 juga kompak menolak pelonggaran aturan belanja modal karena khawatir hal tersebut dapat menghilangkan manfaat dari batasan biaya yang selama ini terbukti berhasil membuat kondisi finansial tim menjadi lebih berkelanjutan serta mendekatkan jarak kompetisi di barisan depan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!