Max Verstappen kembali menorehkan tinta emas di buku sejarah Formula 1 lewat kemenangan sensasional di Sepang. Namun, ada keunikan tersendiri di balik hasil gemilang tersebut karena balapan ini secara resmi tercatat sebagai Grand Prix Bahrain, yang terpaksa dipindahkan akibat situasi geopolitik di Timur Tengah.
Memulai balapan dari pole position, pembalap andalan Red Bull Racing itu tampil tanpa cela untuk mengamankan kemenangan ke-72 sepanjang kariernya. Capaian ini juga menandai tonggak sejarah penting sebagai kemenangan perdana bagi unit daya buatan Red Bull-Ford Powertrains yang dikembangkan secara mandiri di Milton Keynes.
Sirkuit Sepang mendadak menjadi tuan rumah darurat setelah seri pembuka di Sakhir harus ditunda dan digeser dari jadwal aslinya pada bulan April lalu. Keputusan ini sekaligus menjadi momen kembalinya ajang jet darat ke Malaysia untuk pertama kalinya sejak terakhir kali singgah pada musim 2017 silam.


Kemenangan di Sepang ini melahirkan rekor baru yang cukup mencengangkan bagi sang juara dunia bertahan. Jarak waktu sembilan tahun dan tiga hari atau setara dengan 3.291 hari sejak kemenangan terakhirnya di sirkuit yang sama pada 2017 resmi memecahkan rekor gap terlama antara dua kemenangan di sirkuit yang identik.
Sebelumnya, rekor tersebut dipegang oleh Nigel Mansell yang menjuarai Grand Prix Afrika Selatan 1992 di Kyalami, berselang 2.325 hari dari kemenangan terakhirnya di tempat serupa pada musim 1985. Kini, Verstappen berdiri sendiri di puncak rekor unik ini setelah menaklukkan sirkuit kebanggaan publik Sepang di bawah situasi yang sama sekali di luar dugaan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!