SPONSORED

Prediksi Balapan Chaotic F1 2026 di Sepang: Norris, Perez, Bottas

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Prediksi Balapan Chaotic F1 2026 di Sepang: Norris, Perez, Bottas
TO NEWS OVERVIEW
Prediksi Balapan Chaotic F1 2026 di Sepang: Norris, Perez, Bottas

Kembalinya Formula 1 ke Sirkuit Sepang setelah hampir satu dekade absen dipastikan akan menyajikan balapan yang berbeda dari 19 edisi sebelumnya. Sirkuit ini dipilih menggantikan Grand Prix Bahrain dan Arab Saudi yang dibatalkan, dan langsung mendapat sambutan hangat dari para pembalap dan tim.

Sebagian besar pembalap telah melakukan persiapan simulator sebelum triple header Azerbaijan-Malaysia-Singapura. Mereka sudah punya gambaran awal tentang apa yang akan dihadapi, terutama dengan mobil generasi 2026 yang memiliki karakteristik berbeda. Lando Norris, juara dunia 2025, bahkan pernah menjadi pembalap simulator untuk McLaren saat F1 terakhir kali ke Sepang pada 2017. “Saya ingat pergi ke pabrik tengah malam dan mengemudi sampai jam 7 pagi untuk mendukung tim, jadi ini bukan hal baru bagi saya, tapi ini pertama kalinya saya ke sirkuit itu sendiri,” ujarnya.

Norris menyoroti dampak mobil 2026 terhadap tikungan cepat Sepang. Menurutnya, dua tikungan cepat yang seharusnya menjadi tantangan kini menjadi mudah karena keterbatasan baterai. “Yang tidak menyenangkan adalah karena Anda kehabisan baterai, dua tikungan cepat yang seharusnya menantang jadi mudah dilalui dengan flat. Itu menghilangkan sedikit karakter sirkuit yang luar biasa ini,” tambahnya. Tikungan yang dimaksud kemungkinan adalah Tikungan 5/6 dan 12/13.

Verstappen Ungkap Perubahan F1 Ideal Versi Dirinya
Baca JugaVerstappen Ungkap Perubahan F1 Ideal Versi Dirinya

Pandangan berbeda datang dari pembalap Cadillac, Sergio Perez. Ketika ditanya The Race tentang apa yang akan dilakukan mobil 2026 di tikungan menantang Sepang, ia hanya menjawab singkat: “Sebaiknya kita tidak membicarakannya.” Pernyataan ini menyiratkan betapa kompleksnya tantangan yang dihadapi para pembalap.

ADVERTISEMENT

Norris memprediksi balapan akan berlangsung kacau dengan potensi aksi saling menyusul di dua lintasan lurus panjang yang dipisahkan tikungan hairpin terakhir. “Saya pikir balapan akan cukup kacau karena kombinasi lintasan lurus dan tikungan. Anda akan melihat nuansa yang mirip dengan Monza,” jelasnya. Namun, tidak semua setuju. Valtteri Bottas menilai overtaking akan tetap “cukup sulit”, sementara bos Red Bull Laurent Mekies juga meragukan kemudahan menyalip seperti di Monza.

Dengan perubahan regulasi teknis yang masif, Sepang seolah menjadi sirkuit baru bagi tim dan pembalap. Manajemen energi menjadi faktor krusial, dan Williams memperkirakan Sepang berada di tingkat menengah dalam hal tuntutan energi, setara dengan Kanada dan Austria. Hal ini menambah lapisan strategi yang harus diperhitungkan.

Kembalinya Sepang ke kalender F1 tidak hanya tentang nostalgia, tetapi juga tentang bagaimana generasi mobil 2026 beradaptasi dengan sirkuit legendaris ini. Balapan nanti akan menjadi ujian nyata bagi para pembalap dan tim dalam menghadapi tantangan baru yang belum pernah terjadi sebelumnya.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU