Perebutan gelar juara dunia WRC 2026 harus ditentukan hingga etape pemungkas setelah persaingan poin antara Elfyn Evans dan Oliver Solberg terpaut sangat tipis. Memasuki hari terakhir di Rally Italia Sardinia, situasi klasemen sementara langsung memanas ketika Solberg merebut pimpinan lomba dan memberikan tekanan masif kepada sang pemimpin klasemen asal Toyota tersebut.
Sebelumnya, Evans mengawali seri final dengan keunggulan 21 poin atas rekan setimnya itu. Namun, dinamika di lintasan pasir Sassari mengubah segalanya. Solberg memaksimalkan keuntungan posisi start yang jauh di belakang untuk mendikte kecepatan sejak SS14 Osilo – Tergu, memangkas selisih virtual hingga hanya tersisa tiga poin saja jelang penutupan reli.
Situasi ini memaksa kedua kandidat juara tampil habis-habisan tanpa ruang sedikit pun untuk melakukan kesalahan kecil. Keunggulan posisi jalan memberikan keuntungan traksi yang signifikan bagi Solberg di atas permukaan berpasir yang semakin berlubang, sementara Evans harus berjuang keras meminimalisir kerugian waktu dari posisi start yang lebih awal.

Menanggapi tekanan ketat di paddock, Solberg mengakui bahwa dirinya tidak memikul beban mental sebesar sang rival. Sebaliknya, ia memilih menikmati pertarungan penentuan ini sambil memantau pergerakan poin secara real-time di paruh akhir hari Minggu yang krusial.
Berdasarkan skenario saat ini, Evans dipastikan bakal mengamankan mahkota juara dunia WRC asalkan ia tidak kehilangan lebih dari dua poin dari Solberg pada sesi powerstage penutup. Seluruh drama menegangkan ini menjadi puncak dari musim reli yang penuh kejutan dan ketidakpastian hingga meter terakhir.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!