Persaingan gelar juara dunia World Rally Championship memasuki fase paling mendebarkan ketika Oliver Solberg sukses merebut pimpinan lomba di Rally Sardinia. Di balik performa impresifnya yang menjaga peluang mahkota juara tetap menyala, pemuda asal Swedia itu tidak bisa menyembunyikan kekesalannya terhadap insiden yang melibatkan kubu Hyundai, yang secara tidak langsung menguntungkan rival utamanya di klasemen.
Sebelum seri penutup musim ini bergulir, rekan setim sekaligus pesaing terdekatnya mengantongi keunggulan 21 poin di puncak klasemen sementara. Situasi tersebut menuntut Solberg bukan hanya sekadar memenangkan rally secara keseluruhan, melainkan juga harus tampil superior pada sesi Super Sunday dan Power Stage, sementara sang rival hanya boleh meraup sedikit poin.
Ketegangan memuncak ketika insiden menimpa Thierry Neuville yang terpaksa keluar lintasan pada etape pembuka Sabtu sore. Kejadian itu secara otomatis mendongkrak posisi rival Solberg di papan bawah zona poin, sebuah skenario yang langsung memicu kemarahan sang pereli muda saat kembali ke area servis park.

"Jujur saja, saya sangat kesal, benar-benar kesal," ujar Solberg mengungkapkan kekecewaannya. Meski tekanan untuk memenangkan rally kini sedikit mereda, ia menyayangkan kesalahan yang dilakukan rekan pabriakannya sendiri karena berdampak langsung pada kalkulasi perebutan gelar juara dunia musim ini.
Meski dihadapkan pada situasi yang pelik, Solberg tetap menunjukkan kepuasan tinggi atas kecepatan mobilnya sepanjang hari Sabtu. Ia menyadari bahwa membalikkan keadaan di seri pemungkas adalah misi yang amat berat, mengingatkan publik pada sejarah langka ketika sang ayah, Petter Solberg, sukses melakukan remontada serupa untuk merengkuh gelar di Wales pada tahun 2001.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!