Lando Norris, pembalap McLaren, mendapat saran tegas dari Martin Brundle untuk mengalahkan rekan setimnya, Oscar Piastri, dalam perebutan gelar Formula 1 2025. Menurut analisis SPORTRIK, Norris harus tampil konsisten maksimal. Oleh karena itu, fokusnya krusial menjelang 10 balapan tersisa.
Di Grand Prix Belgia, Norris gagal memanfaatkan pole position, menyebabkan selisih poin melebar 14 poin di belakang Piastri, yang kini unggul 16 poin. Akibatnya, performa buruk Norris di Spa menunjukkan kelemahan. Brundle menilai Piastri lebih konsisten dan klinis. “Oscar membuat lebih sedikit kesalahan dan sangat tenang,” tulis Brundle. Dengan demikian, Norris perlu tingkatkan performa.

Brundle percaya Norris sedikit lebih cepat saat performanya optimal. Namun, ia menegaskan Piastri sulit dikalahkan karena konsistensinya. “Lando butuh segalanya untuk menang,” ujar Brundle. Sebagai contoh, kesalahan Norris di Spa menunjukkan perlunya fokus penuh. Meski demikian, Brundle optimistis Norris bisa temukan performa terbaik di sisa musim.
Dengan 10 grand prix dan tiga sprint race tersisa, Norris punya peluang mengejar Piastri. Menurut SPORTRIK, persaingan ketat ini bisa mendorong keduanya ke level baru. Brundle menyebut pembalap sering temukan “overdrive” saat bertarung memperebutkan gelar. Oleh karena itu, GP Hongaria akan jadi penentu awal bagi Norris untuk balikkan keadaan.
Norris harus tampil maksimal untuk kalahkan Piastri dalam perebutan gelar F1 2025. Dengan demikian, konsistensi dan fokus akan menentukan hasil. SPORTRIK akan pantau persaingan McLaren ini. Kunjungi SPORTRIK untuk berita Formula 1 terbaru.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Lando Norris
McLaren
|
390 |
|
2
|
|
Oscar Piastri
McLaren
|
366 |
|
3
|
|
Max Verstappen
Red Bull
|
341 |
|
4
|
|
George Russell
Mercedes
|
276 |
|
5
|
|
Charles Leclerc
Ferrari
|
214 |
|
6
|
|
Lewis Hamilton
Ferrari
|
148 |
|
7
|
|
Andrea Kimi Antonelli
Mercedes
|
122 |
|
8
|
|
Alexander Albon
Williams
|
73 |
|
9
|
|
Isack Hadjar
RB
|
43 |
|
10
|
|
Nico Hulkenberg
Kick Sauber
|
43 |
Baca Juga
Ferrari gagal podium lima kali beruntun setelah GP Azerbaijan 2026. Christian Horner dikabarkan menunggu panggilan Maranello. Simak analisis lengkapnya.
Insiden Franco Colapinto di GP Azerbaijan 2026 menyoroti titik buta sistem poin penalti F1. Tanpa poin penalti, apakah hukuman grid sudah cukup?
Christian Horner blak-blakan soal kepergiannya dari Red Bull. Ia sebut tim telah kehilangan 'vibe' dan identitas sejak ditinggalkan. Simak pernyataan lengkapnya.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!