Lando Norris menyerukan sanksi larangan satu balapan bagi Franco Colapinto setelah insiden tabrakan yang membuatnya tersingkir dari Grand Prix Azerbaijan. Kekecewaan juara dunia bertahan itu memuncak karena merasa pembalap Alpine tersebut tidak layak berada di Formula 1.
Insiden terjadi saat restart setelah safety car akibat kecelakaan Alex Albon. Colapinto mengalami lock-up di tikungan pertama dan menabrak rekan setimnya di Alpine, Pierre Gasly. Norris yang berada di garis luar tidak memiliki ruang untuk menghindar dan kontak pun tak terhindarkan, menghancurkan peluangnya di balapan tersebut.
Dalam wawancara dengan F1 TV, Norris mengungkapkan kesulitannya sepanjang balapan, terutama dalam hal kecepatan di lintasan lurus. "Saya hanya lambat. Sangat sulit di trek lurus; Anda lihat betapa cepatnya semua orang melewati saya," ujarnya. "Jadi, balapan yang mustahil bagi saya dari sisi kecepatan garis lurus. Semoga mereka memperbaikinya untuk balapan berikutnya."

Namun, kemarahan Norris memuncak saat berbicara dengan media cetak. Ia menuntut FIA bertindak lebih tegas. "Saya pikir FIA harus lebih ketat dan mulai memberikan larangan untuk hal-hal seperti ini," tegasnya. "Itu hanya kelalaian. Biayanya sangat mahal. Semua komponen saya sekarang ada di tempat sampah."
Norris juga menyoroti pentingnya keselamatan dan sportivitas. "Saya belum melihat rekamannya, tapi jika Anda menyebabkan kecelakaan saat restart seperti ini, setidaknya Anda harus mendapat larangan satu balapan," tambahnya. Pernyataan ini menegaskan betapa seriusnya dampak insiden tersebut, tidak hanya secara finansial tetapi juga dalam hal keadilan kompetitif.
Kontroversi ini bukan yang pertama bagi Colapinto. Beberapa hari sebelumnya, rekan setimnya, Gasly, mengungkapkan bahwa ia dan keluarganya menerima pelecehan online dari penggemar Argentina setelah Grand Prix Spanyol. Hal ini memicu kemarahan kepala Alpine, Flavio Briatore, yang mengancam akan melakukan blackout media bagi Colapinto dan pers Argentina jika pelecehan tersebut tidak dihentikan.
Steward FIA telah memberikan penalti waktu 10 detik kepada Colapinto setelah balapan, meskipun ia tidak mencapai garis finis. Penalti tersebut mungkin akan dikonversi menjadi penalti untuk Grand Prix Bahrain berikutnya. Ini menambah tekanan pada Colapinto yang kini berada di bawah sorotan tajam, baik karena performanya di lintasan maupun perilakunya di luar.
Bagi Norris, insiden ini menjadi pukulan telak dalam perjuangan gelar. Kehilangan komponen upgrade yang baru dipasang sangat merugikan, terutama di tengah persaingan ketat. Sementara itu, tekanan pada Colapinto dan Alpine semakin meningkat, dengan masa depan pembalap muda Argentina itu di F1 kini dipertanyakan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!