Ketidakpastian seputar Grand Prix Qatar terus menghantui paddock MotoGP di Phillip Island, di mana tensi geopolitik Timur Tengah menjadi topik utama perbincangan para pembalap. Meskipun situasi keamanan kian mengkhawatirkan, pihak promotor sejauh ini tetap bersikeras mempertahankan jadwal balapan yang akan digelar pada 6 hingga 8 November mendatang di Lusail International Circuit.
Sikap tertutup justru ditunjukkan oleh para bintang utama kejuaraan ketika dicecar pertanyaan oleh media dalam sesi jumpa pers menjelang Grand Prix Australia. Marc Marquez yang biasanya dikenal sangat terbuka dan vokal terhadap berbagai isu, secara mengejutkan memilih untuk menutup rapat mulutnya dan menolak memberikan komentar apa pun mengenai situasi panas tersebut.
"Jullie weten dat ik normaal gesproken iedere vraag beantwoord, maar deze keer geef ik liever geen commentaar," ujar Marc Marquez menolak membahas polemik keamanan di Qatar. Sikap senada juga ditunjukkan oleh Fabio Quartararo serta Enea Bastianini yang memilih untuk tidak mengambil risiko dalam memberikan pernyataan publik.

Di sisi lain, Francesco Bagnaia mencoba meredam spekulasi liar dengan menyatakan keyakinannya penuh terhadap langkah mitigasi risiko yang diambil oleh pihak manajemen kejuaraan. Menurutnya, tidak ada satupun pihak di dalam tubuh penyelenggara yang menginginkan insiden membahayakan terjadi pada seluruh personel yang terlibat di lintasan.
"Ik denk dat het in ieders belang is dat we alleen gaan als de omstandigheden volledig veilig zijn. Ik hoop en vertrouw erop dat MotoGP daaraan werkt. Volgens mij zijn zij de eersten die geen enkel risico willen nemen," ungkap Bagnaia yang enggan merinci detail lebih lanjut ketika didesak oleh awak media di paddock.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!