Dunia balap ketahanan dunia (WEC) dikejutkan oleh pengumuman besar dari salah satu pembalap andalan pabrikan asal Jepang. Mike Conway, yang selama ini dikenal luas atas kesuksesannya bersama Toyota di ajang balap mobil sport, resmi menyatakan akan gantung helm pada akhir musim World Endurance Championship 2026. Keputusan ini menandai akhir dari sebuah perjalanan panjang penuh prestasi gemilang yang telah diukirnya di level tertinggi motorsport internasional.
Pembalap asal Inggris tersebut akan menutup tirai pada karier termasyhurnya yang sejauh ini telah membuahkan dua kemenangan di ajang legendaris Le Mans 24 Hours, dua gelar juara dunia kategori LMP1/Hypercar, empat kemenangan balapan IndyCar, serta kesuksesan gemilang lainnya termasuk kemenangan di Grand Prix Macau. Pengumuman penting ini disampaikan menjelang putaran kedua dari belakang musim ini di Barcelona pada 18 Oktober, di mana ia bersama rekan setimnya Nyck de Vries dan Kamui Kobayashi masih terlibat secara ketat dalam pertarungan perebutan gelar juara dunia.
Meskipun skuad yang berbasis di Cologne ini belum secara resmi mengumumkan siapa pengganti untuk pembalap berusia 43 tahun tersebut, spekulasi kuat mengarah pada kepindahan Kevin Estre yang dikabarkan akan mengisi kursi peninggalannya tahun depan melalui skema kesepakatan peminjaman dari pabrikan Jerman, Porsche. Conway sendiri mengungkapkan bahwa dirinya membuat keputusan besar untuk pensiun dari dunia balap profesional tepat setelah merayakan kemenangan mutlak keduanya di Le Mans 24 Hours pada tahun ini.

Dalam pernyataan resminya yang dilansir dari Autosport, sang juara merenungkan perjalanan kariernya yang luar biasa. "Ini adalah perjalanan yang luar biasa, dan satu hal yang tidak akan saya ubah untuk dunia ini," kenangnya. "Saya sangat bangga dengan karier yang telah saya jalani, dan sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung saya sepanjang jalan." Ia menambahkan bahwa kisah balapannya bermula saat usianya baru menginjak delapan tahun ketika sang ayah membawanya ke trek karting lokal, sebuah momen yang menyalakan api hasrat tidak pernah padam hingga hari ini.
"Memutuskan untuk mundur dari balap penuh waktu bukanlah hal yang mudah, tetapi setelah memenangkan Le Mans untuk kedua kalinya tahun ini, rasanya ini adalah momen yang tepat untuk menutup babak ini dan fokus pada keluarga," imbuh Conway, yang menutup kariernya sebagai salah satu pembalap Britania paling sukses dalam sejarah kejuaraan dunia ketahanan. Dengan dedikasi luar biasa yang ditunjukkannya bersama skuad pabrikan sejak 2014, warisan sang pembalap di kancah WEC akan terus dikenang sebagai salah satu era keemasan paling dominan dalam sejarah balap ketahanan modern.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!