Pabrikan ban asal Prancis, Michelin, secara terbuka mengakui bahwa alokasi ban medium yang tersisa untuk balapan utama MotoGP Jepang di Sirkuit Motegi masih menyimpan potensi bahaya tersendiri. Keputusan krusial ini diambil setelah opsi ban lunak atau soft terpaksa ditarik dari peredaran usai sejumlah pembalap mengalami masalah serius berupa terkelupasnya karet kompon bagian tengah akibat fenomena blistering saat sesi Sprint.
Manager Roda Dua Michelin, Piero Taramasso, menjelaskan bahwa opsi ban medium sebenarnya lebih tangguh ketimbang kompon lunak, namun tetap membutuhkan manajemen suhu yang sangat hati-hati di lintasan. Situasi ini sempat dialami oleh Jack Miller yang mendapati munculnya lepuhan pada ban medium miliknya selama Sprint, sementara rekan sesama pengguna kompon serupa, Marco Bezzecchi, mampu menyelesaikan balapan tanpa kendala berarti.
Taramasso menegaskan bahwa kunci utama untuk menghindari masalah tersebut adalah dengan meminimalisir putaran roda berlebih dan meredam energi panas pada ban belakang. Oleh karena itu, pihak pabrikan secara tegas merekomendasikan penggunaan ban kompon keras atau hard yang dilengkapi konstruksi tahan panas demi keselamatan dan performa optimal sepanjang 24 lap balapan utama.

Di sisi lain, pilihan ban ini sempat memicu perdebatan di kalangan paddock menjelang akhir pekan, termasuk kritik awal dari para pembalap seperti Miller dan Luca Marini. Menariknya, Marini justru berseloroh bahwa minimnya cengkeraman pada motornya musim ini secara tidak sengaja menyelamatkannya dari risiko kerusakan ban yang parah.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!