Awal pekan balap di Sepang langsung menyuguhkan teka-teki rumit ketika Mercedes mendapati paket pengembangan aerodinamika terbarunya di mobil W17 gagal bersenyawa dengan mulus. Sesi latihan bebas hari pembuka GP Bahrain di Malaysia ini seharusnya menjadi panggung unjuk gigi, namun yang terjadi justru kebingungan di garasi panah perak akibat performa yang berada di bawah ekspektasi.
Sepanjang FP1, fokus utama skuad Brackley adalah memvalidasi komponen anyar seperti sidepod dan lantai mobil baru melalui simulasi data konstan. Belum terlihat kecepatan murni yang mengancam papan atas pada sesi pagi tersebut, karena para insinyur sibuk mengumpulkan korelasi antara dunia nyata dan terowongan angin.
Namun, petaka kecil muncul pada FP2 ketika George Russell dan Kimi Antonelli masing-masing harus puas bertengger di posisi ketujuh dan kedelapan. Keduanya tertinggal sekitar setengah detik dari catatan waktu tercepat yang ditorehkan oleh Charles Leclerc.

Segala upaya perubahan mekanis mulai dari suspensi hingga sudut sayap gagal membuahkan hasil positif karena distribusi downforce meleset dari prediksi simulasi komputer. Karakteristik unik aspal Sepang serta suhu lintasan yang tinggi turut memperkeruh situasi, memaksa para teknisi bekerja ekstra keras mencari solusi dari lembaran kosong.
Kendati demikian, masalah ini dinilai murni sebagai kendala integrasi antara bagian lama dan baru alih-alih kegagalan total komponen. Tantangan besar kini menanti jelang FP3 dan kualifikasi, di mana ketepatan menemukan jendela setup baru akan menentukan nasib mereka di akhir pekan.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!