Tim Mercedes dihadapkan pada teka-teki besar setelah George Russell justru mampu mengamankan posisi start baris terdepan di Sirkuit Jalan Raya Marina Bay dengan menggunakan spesifikasi mobil lama. Keputusan garasi terbelah untuk akhir pekan Sprint Grand Prix Singapura ini diambil demi mengumpulkan data komparatif secara langsung setelah paket aerodinamika terbaru mereka gagal mendulang performa optimal di Malaysia. Alih-alih mendapatkan titik terang, uji coba radikal ini justru membuat para insinyur di pabrikan Brackley semakin kebingungan.
Perbedaan performa yang mencolok terlihat jelas pada sesi kualifikasi Sprint. George Russell tampil gemilang menempel peraih pole position Max Verstappen di baris terdepan. Sebaliknya, rekan setimnya yakni Andrea Kimi Antonelli yang diplot untuk terus menguji paket upgrade terbaru justru berjuang keras mengatasi masalah keseimbangan mobil dan harus puas terdampar di posisi ketujuh.
Direktur Teknik Trek Mercedes, Andrew Shovlin, mengakui bahwa fenomena aneh di mana mobil versi lama mampu mengungguli paket pengembangan pabrikan skala besar merupakan sinyal mengkhawatirkan bagi arah pengembangan teknis mereka. Shovlin menjelaskan kepada media bahwa pemilihan trek jalan raya yang sempit dengan format Sprint bukanlah skenario termudah untuk melakukan eksperimen spesifikasi belah, namun hal tersebut terpaksa ditempuh demi menyelamatkan musim.

Meskipun catatan waktu George Russell di baris depan memunculkan secercah harapan, kubu Mercedes sama sekali tidak merayakan hasil tersebut. Kenyataan pahit bahwa spesifikasi lama lebih cepat mengindikasikan adanya disfungsi fundamental pada korelasi antara data terowongan angin wind tunnel dengan kondisi nyata di atas aspal lintasan balap. Shovlin secara terbuka menyatakan bahwa timnya harus bekerja ekstra keras menggaruk kepala untuk mencari akar masalah kegagalan upgrade ini.
Sepanjang sesi di tikungan-tikungan 90 derajat yang tak kenal ampun di Singapura, Andrea Kimi Antonelli terus-menerus bertarung melawan karakteristik aerodinamika paket anyar tersebut. Shovlin menambahkan bahwa pembalap muda itu kehilangan kepercayaan diri krusial pada fase pengereman dan masuk tikungan, elemen vital untuk menaklukkan catatan waktu satu putaran penuh di sirkuit jalan raya yang menuntut ketelitian tinggi.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!