SPONSORED

Media Internasional Soroti Horner, Norris dan Drama Baku

Notifikasi
Ifan Apriyana
Ifan Apriyana
0
Media Internasional Soroti Horner, Norris dan Drama Baku
TO NEWS OVERVIEW
© XPBimages

Grand Prix Azerbaijan 2026 memunculkan sejumlah isu yang menjadi sorotan media internasional setelah balapan di Baku berakhir. Kemenangan George Russell memang menjadi hasil utama, tetapi perhatian setelah balapan juga tertuju pada spekulasi Christian Horner, insiden Franco Colapinto yang melibatkan Lando Norris dan Pierre Gasly, serta persoalan kecepatan Ferrari di lintasan lurus.

The Telegraph menyoroti pernyataan Horner mengenai Ferrari di tengah pembicaraan mengenai masa depannya. Horner disebut mengindikasikan bahwa Ferrari merupakan satu-satunya tim yang akan dipertimbangkannya jika bergabung sebagai karyawan tanpa meminta kepemilikan saham. Laporan tersebut kembali menghubungkan situasi itu dengan masa depan Fred Vasseur, yang sebelumnya mengakui bahwa spekulasi mengenai Horner telah menjadi gangguan bagi Ferrari pada akhir pekan balapan.

The Telegraph juga menyebut Lewis Hamilton kembali memberikan dukungan kepada Vasseur ketika ditanya mengenai isu tersebut. Di sisi lain, laporan itu turut mengangkat kabar bahwa pendekatan konsorsium yang dipimpin Horner untuk mendapatkan kepemilikan minoritas di Alpine telah ditolak Renault. Seluruh perkembangan tersebut membuat nama Horner kembali menjadi bagian dari pembicaraan mengenai struktur kepemimpinan di Formula 1.

Liam Lawson Soroti Pace Racing Bulls Usai Baku
Baca JugaLiam Lawson Soroti Pace Racing Bulls Usai Baku

Di Belanda, De Telegraaf memberikan perhatian besar terhadap reaksi Lando Norris setelah insiden restart. Norris meminta agar Colapinto menerima larangan tampil satu balapan setelah pembalap Argentina tersebut mengunci roda saat memasuki Tikungan 1, menabrak rekan setimnya Gasly, dan kemudian menyeret McLaren Norris dalam insiden tersebut. Hukuman steward berupa penalti 10 detik yang kemudian dikonversi menjadi penalti turun lima posisi di grid balapan berikutnya dinilai Norris tidak cukup berat.

ADVERTISEMENT

Gazzetta dello Sport kemudian menyoroti persoalan teknis Ferrari. Publikasi Italia tersebut mencatat bahwa Ferrari menggunakan lantai spesifikasi Monza dengan downforce rendah tanpa membawa upgrade baru ke Baku, sementara McLaren hadir dengan perubahan pada sidepod, lantai, diffuser, dan sayap belakang. Charles Leclerc dan Hamilton disebut mengalami keterbatasan pada energy deployment serta tenaga puncak di sektor panjang yang didominasi lintasan lurus.

Pemilihan ban juga menjadi faktor dalam analisis tersebut. Leclerc dan Hamilton memulai balapan dengan ban soft untuk mendapatkan posisi lintasan, tetapi wheelspin dan temperatur ban depan menjadi persoalan pada stint awal. Dampaknya semakin terlihat di bagian lurus Baku. Meski demikian, Vasseur menekankan bahwa Ferrari tetap mencetak lebih banyak poin daripada McLaren pada balapan tersebut.

Di Prancis, L'Équipe menyoroti kekecewaan Gasly setelah tersingkir akibat insiden dengan rekan setimnya sendiri. Sementara itu, New Zealand Herald mencatat Liam Lawson kehilangan peluang masuk Q3 setelah kombinasi defisit kecepatan lurus dan temperatur ban yang meningkat pada lap terakhir Q2. Lawson juga tidak mendapatkan slipstream yang cukup di lintasan lurus Baku dan akhirnya finis ke-12.

ADVERTISEMENT

Herald Sun memberikan perhatian khusus kepada Oscar Piastri, yang kehilangan peluang podium setelah mengunci kedua roda depan ketika mempertahankan posisi dari Isack Hadjar saat restart. Piastri kemudian masuk ke escape road dan turun dari posisi ketiga menjadi ke-15. Media Australia tersebut menyebut adanya dugaan dari McLaren bahwa bentuk permukaan jalan di tikungan mungkin berkontribusi terhadap penguncian roda, meski hasil tersebut tetap menjadi persoalan besar bagi tim.

Beragam laporan tersebut menunjukkan bahwa Azerbaijan GP 2026 tidak hanya dibicarakan karena hasil balapan, tetapi juga karena tiga isu berbeda: masa depan kepemimpinan Ferrari dan spekulasi Horner, konsekuensi insiden restart terhadap Norris dan Alpine, serta persoalan teknis yang kembali mengekspos kelemahan Ferrari dan McLaren di Baku.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU