Maverick Vinales menghadapi akhir pekan yang sangat berat di Sirkuit Phillip Island setelah mengakui bahwa ia tidak lagi mengenali cara membalapnya sendiri akibat cedera bahu yang membelit. Pembalap asal Spanyol ini mengungkapkan kondisinya yang jauh dari kata 100 persen fit secara fisik usai merampungkan sesi latihan bebas hari Jumat pada seri balapan MotoGP Australia.
Permasalahan utama yang mendera Vinales berpusat pada area bahunya yang terasa sangat terbebani saat harus menjinakkan motor MotoGP di lintasan mengalir cepat seperti Phillip Island. Situasi ini semakin diperparah dengan jadwal kalender balap yang padat tanpa jeda istirahat memadai, di mana ia menyebutkan bahwa memiliki dua Grand Prix secara beruntun sama sekali tidak membantu proses pemulihan cederanya.
Dalam keterangan yang dihimpun oleh kolaborator Manuel Pecino dari Motosan.es, Vinales tidak dapat menyembunyikan kekecewaannya. "Saya merasa sangat buruk, ini bukan Phillip Island yang saya ingat. Saya menderita dan tidak bisa berbuat banyak, saya hanya mencoba menyelamatkan akhir pekan ini. Sejak Mandalika bahu saya sangat sakit: saya telah memaksakan diri secara berlebihan. Kemarin saya melakukan beberapa pemeriksaan dan, untungnya, tendon-tendon saya baik-baik saja," ujar Vinales.

Kendati hasil pemeriksaan medis menunjukkan tendonnya tidak mengalami kerusakan parah, inflamasi tetap menjadi musuh utama setiap kali ia turun ke lintasan. Vinales menjelaskan bahwa ketika ia memaksa otot bahunya bekerja keras, kondisinya langsung memburuk dan memicu peradangan di area tubuh lainnya yang membuatnya harus segera mencari solusi medis alternatif demi menghadapi sisa musim.
Dampak cedera ini langsung terlihat jelas pada catatan waktu serta ritme balapnya di atas aspal Australia. Walaupun mampu mencetak waktu 1 menit 28,0 detik, ia merasa sangat lambat karena kehilangan kemampuannya dalam melakukan perubahan arah secara cepat di tikungan-tikungan krusial seperti tikungan dua, tiga, delapan, dan sembilan.
Di sirkuit yang biasanya bisa ia taklukkan dengan mata tertutup sekalipun, Vinales justru merasa terblokir dan frustrasi. Dirinya menegaskan bahwa performa motor sebenarnya sangat luar biasa, namun kondisi fisiknyalah yang membuat potensinya teredam habis-habisan dan mendesaknya untuk memprioritaskan pemulihan total sebelum memikirkan masa depan kariernya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!