Mattia Pasini, mantan pebalap 125cc dan komentator MotoGP, memberikan pandangan mendalam tentang persaingan antara Francesco Bagnaia dan Marc Marquez pada Grand Prix Austria 2025 di Red Bull Ring. Dalam sebuah wawancara, Pasini juga membahas evolusi teknologi MotoGP dan semangat kompetitifnya di usia 40 tahun. Ia menegaskan bahwa Bagnaia memiliki potensi untuk menyaingi dominasi Marquez, meskipun dengan gaya berbeda. Akankah Bagnaia membuktikan ketangguhannya di balapan utama?
Pasini memuji kekuatan kedua pebalap Ducati Lenovo Team. “Pecco sangat kuat, setara dengan Marc. Namun, caranya berbeda,” ujarnya. Bagnaia dikenal membutuhkan kendali presisi pada motor, sementara Marquez mampu mengatasi masalah teknis dengan mudah. “Marc mendominasi musim ini dengan luar biasa. Tapi, saya tidak berpikir Pecco kurang kuat. Ia sama kuatnya, hanya dengan pendekatan berbeda,” tambah Pasini. Ia yakin Bagnaia bisa mengalahkan Marquez dalam duel jika menemukan ritme terbaiknya.

Pasini menyoroti perkembangan teknologi MotoGP, termasuk penambahan kontrol stabilitas baru pada sistem kontrol traksi di Austria 2025. “Motor-motor ini sangat canggih, seperti objek teknologi luar biasa,” katanya. Namun, ia mengkritik penggunaan aerodinamika yang mengurangi peran pebalap. “Saya akan menghapus aerodinamika, tapi tetap mempertahankan perangkat keselamatan karena tenaga besar motor,” jelasnya. Ia membandingkan MotoGP dengan Moto2, yang menurutnya lebih mencerminkan esensi balap dengan waktu balapan yang lebih rapat.
Meski berusia 40 tahun, Pasini masih merasa kompetitif. “Saya tidak merasa 40 tahun. Saya masih cepat dan punya sesuatu untuk diberikan,” ungkapnya. Ia merujuk performa kuatnya di Brno, terutama pada simulasi balapan. Selain sebagai komentator, Pasini terlibat dalam pembentukan tim untuk Kejuaraan Dunia. Ia juga mencatat profesionalisme MotoGP yang meningkat dengan kehadiran Liberty Media, meskipun menyisakan sedikit ruang untuk romantisme balap.
Dengan Marquez yang mendominasi musim 2025 dan Bagnaia yang menghadapi tantangan teknis, Pasini optimistis. “Pecco bisa mengalahkan Marc dalam duel. Saya tidak pernah bilang tidak mungkin,” tegasnya. Persaingan di Red Bull Ring diperkirakan sengit, dan Bagnaia perlu strategi sempurna untuk membuktikan prediksi Pasini. Akankah ia menyaingi Marquez di balapan utama?
Untuk pembaruan terkini seputar MotoGP, kunjungi SPORTRIK.
| POS | FOTO | RIDER / TEAM | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Marco Bezzecchi
Aprilia Racing
|
56 |
|
2
|
|
Jorge Martin
Aprilia Racing
|
45 |
|
3
|
|
Pedro Acosta
Red Bull KTM Factory Racing
|
42 |
|
4
|
|
Fabio Di Giannantonio
Pertamina Enduro VR46 Racing Team
|
37 |
|
5
|
|
Marc Marquez
Ducati Lenovo Team
|
34 |
|
6
|
|
Ai Ogura
Trackhouse MotoGP Team
|
33 |
|
7
|
|
Raul Fernandez
Trackhouse MotoGP Team
|
29 |
|
8
|
|
Alex Marquez
BK8 Gresini Racing MotoGP
|
13 |
|
9
|
|
Brad Binder
Red Bull KTM Factory Racing
|
13 |
|
10
|
|
Franco Morbidelli
Pertamina Enduro VR46 Racing Team
|
12 |
| POS | FOTO | CONSTRUCTOR | PTS |
|---|---|---|---|
|
1
|
|
Aprilia
|
64 |
|
2
|
|
Ducati
|
47 |
|
3
|
|
KTM
|
42 |
|
4
|
|
Honda
|
16 |
|
5
|
|
Yamaha
|
8 |
Baca Juga
Francesco Bagnaia hampir gagal lolos Q2 MotoGP COTA 2026 akibat masalah teknis, namun tetap optimistis menghadapi akhir pekan.
Starting grid Sprint MotoGP Amerika 2026 di COTA dipimpin Fabio Di Giannantonio, dengan Bezzecchi dan Acosta di baris depan.
Jadwal lengkap MotoGP Amerika 2026 di COTA dalam WIB serta cara menonton resmi, termasuk Sprint dan Grand Prix.
Berlangganan Newsletter
Dapatkan update berita balap terbaru langsung di email Anda.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!