Aksi dramatis tersaji di Sirkuit Mandalika ketika Marc Marquez sukses mengamankan kemenangan sprint race yang penuh kekacauan sekaligus merebut kembali tahta pimpinan klasemen sementara dari tangan rival terdekatnya. Jalur balapan langsung diwarnai insiden sengit sejak tikungan pertama yang mengubah total peta persaingan barisan terdepan.
Kericuhan bermula ketika posisi start terdepan yang dikuasai oleh Raul Fernandez dan Marco Bezzecchi langsung musnah dalam sebuah insiden tabrakan massal di awal lomba. Marquez yang melakukan start luar biasa meski sempat mengalami wheelie dari grid keempat, harus rela posisinya terdorong akibat tekanan dari Fabio Di Giannantonio yang merangsek masuk dalam pertarungan empat pembalap.
Manuver ketat tersebut memaksa Marquez sedikit melebar, yang kemudian memicu keraguan sepersekian detik di antara Fernandez dan Bezzecchi. Kontak fisik yang tak terhindarkan membuat kedua pembalap tersebut langsung tersingkir secara prematur dan gagal melanjutkan sisa balapan sprint di Mandalika.

Memanfaatkan kekacauan di barisan depan, Jorge Martin melesat mulus mengambil alih pimpinan balapan dengan penguasaan yang tampak sangat solid. Namun, drama sesungguhnya terjadi ketika balapan menyisakan empat putaran terakhir, di mana Martin secara mengejutkan membiarkan Marquez mengambil alih posisi terdepan sebelum akhirnya membuat kesalahan fatal di Tikungan 16 yang membuatnya terlempar dari podium.
Marquez yang nyaman memimpin di depan hingga garis finis akhirnya mengamankan podium juara, diikuti oleh Ai Ogura di posisi kedua dengan selisih 0,509 detik serta Di Giannantonio yang melengkapi podium ketiga. Martin harus puas finis di posisi keempat di depan Alex Marquez yang menutup posisi lima besar dalam salah satu balapan paling menegangkan musim ini.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!