SPONSORED

Marc Marquez Bebas Tekanan di Motegi Berkat Titel 2025

Notifikasi
Dhiafakhri Ali
Dhiafakhri Ali
0
Marc Marquez Bebas Tekanan di Motegi Berkat Titel 2025
TO NEWS OVERVIEW
Marc Márquez | foto© Ducati Corse

Marc Marquez mengaku menjalani musim MotoGP 2026 dengan beban yang jauh lebih ringan. Gelar juara dunia yang ia raih tahun lalu, 2025, telah mengubah hidupnya dan menghilangkan tekanan besar yang selama ini membebani pundaknya. Meski demikian, insting kompetitifnya tak luntur. Pada hari pertama Motul Grand Prix of Japan di Motegi, Jumat (3/4/2026), pembalap Spanyol itu menegaskan bahwa ia tetap akan menyerang habis-habisan pada kualifikasi dan balapan.

“Gelar tahun lalu telah mengubah hidup saya dan menghilangkan tekanan,” ujar Marquez. “Tapi pendekatan saya tidak berubah. Saya tetap ingin tampil maksimal dan berjuang untuk kemenangan.”

Di sesi latihan bebas pertama (FP1) yang digelar pagi hari, Marquez langsung menunjukkan tajinya. Meski lintasan masih dalam kondisi setengah basah, ia mampu mencatatkan waktu tercepat. Memasuki sesi Practice pada sore hari, ia harus puas berada di posisi ketiga. Namun, hasil tersebut tak menyurutkan semangatnya.

Alex Rins dan Taksi Moto Jack Miller: Cerita Seru dari Motegi
Baca JugaAlex Rins dan Taksi Moto Jack Miller: Cerita Seru dari Motegi

“Saya merasa baik sejak awal,” jelasnya. “Ada aspal baru di sirkuit ini dan kami masih perlu mencari batasannya. Kedengarannya aneh, tapi dengan aspal baru, justru lebih mudah untuk terjatuh.”

ADVERTISEMENT

Marquez menjelaskan bahwa aspal baru memberikan cengkeraman yang melimpah, tetapi ketika kehilangan grip, itu bisa terjadi secara tiba-tiba. “Orang bilang aspal baru berarti lebih banyak grip, tapi kami selalu berusaha mendekati limit. Dengan aspal baru, Anda punya grip besar, dan begitu hilang, semuanya terjadi seketika. Jadi kami harus mengelola detail kecil dan mencoba memaksimalkannya. Masih ada pekerjaan yang harus diselesaikan.”

Soal kondisi dan keseimbangan Ducati GP26, Marquez cukup positif. “Aspal baru bagus dan gripnya sangat tinggi. Itu membuat jarak antar pembalap menjadi dekat. Kami harus terus bekerja, terutama memahami ban belakang. Terlihat bahwa keseimbangan motor berubah saat kami berganti ban. Tapi kami masih punya waktu.”

Rekor lap yang sudah dipecahkan oleh adiknya, Alex Marquez, pada hari Jumat membuat Marquez memperkirakan sesi kualifikasi akan sangat ketat. “Kualifikasi akan menjadi tugas berat, terutama karena semua orang akan sangat cepat. Sepertinya dengan ban belakang lunak, Anda tidak hanya punya satu lap untuk mencatat waktu cepat. Setelah dua atau tiga lap, ban masih bekerja dengan baik. Jadi semua orang punya beberapa kesempatan.”

ADVERTISEMENT

Marquez juga menyoroti performa Pedro Acosta yang dinilainya lebih cepat saat ini. “Saya pikir Pedro lebih cepat dari saya, baik dalam pace balapan maupun satu lap. Alex melakukan time attack yang luar biasa dengan ban lunak. Dengan ban medium, dia sedikit kesulitan, tapi mereka yang memakai ban lunak sangat cepat. Besok saya harus benar-benar menguji ban lunak itu.”

Selain Acosta, Marquez menyebut Francesco Bagnaia, Ai Ogura, dan Jorge Martin sebagai pembalap yang cepat dalam satu lap. Persaingan di Motegi pun diprediksi akan memanas hingga balapan Minggu nanti.

ADVERTISEMENT

Diskusi & Komentar (0)

Mari Bergabung dalam Diskusi!

Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.

Aman, Cepat & Terenkripsi

Komentar Terbaru

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!

RECOMMENDED FOR YOU