Marc Marquez mengungkapkan bahwa dirinya sempat melakukan pembicaraan informal dengan Honda mengenai peluang kembali membela pabrikan Jepang tersebut pada MotoGP 2027. Namun, juara dunia tujuh kali itu menegaskan prioritas utamanya tetap memperpanjang kontrak bersama Ducati. Pernyataan tersebut disampaikan Marquez dalam wawancara bersama DAZN.
Pekan lalu Ducati resmi mengumumkan perpanjangan kontrak Marquez selama dua musim. Kesepakatan tersebut mengakhiri spekulasi panjang yang sempat tertunda akibat negosiasi antara para pabrikan dan MotoGP mengenai kontrak komersial baru. Meski begitu, Marquez mengakui Honda sempat membuka komunikasi terkait kemungkinan reuni pada era regulasi baru 2027.
"Ada pembicaraan yang sifatnya informal, tetapi sejak awal saya tahu bahwa saya ingin mendengar terlebih dahulu tawaran dari Ducati," ujar Marquez kepada DAZN. "Kalau saya sudah merasa bahagia, saya tidak ingin terjebak dalam tarik ulur ke sana kemari. Bersama Ducati, kami duduk bersama dan langsung menemukan kesepakatan."

Hubungan Marquez dengan Honda memang memiliki sejarah panjang. Bersama Honda Racing Corporation (HRC), ia menjalani debut MotoGP pada 2013 dan meraih enam gelar juara dunia. Honda juga tetap memberikan dukungan penuh saat Marquez mengalami cedera panjang setelah kecelakaan pada musim 2020, bahkan tetap menghormati kontrak empat tahun yang telah ditandatangani pembalap Spanyol tersebut.
Namun, ketika kondisi fisiknya mulai pulih, performa motor Honda justru mengalami penurunan. Situasi itu membuat Marquez mengambil keputusan besar dengan meninggalkan HRC satu musim sebelum kontraknya berakhir pada akhir 2023. Ia kemudian bergabung dengan Gresini Racing menggunakan Ducati spesifikasi tahun sebelumnya demi membangun kembali daya saingnya, sebelum dipromosikan ke tim pabrikan Ducati pada 2025 dan kembali meraih gelar dunia.
Marquez mengakui kembali ke Honda akan menjadi kisah emosional, tetapi ia memilih menggunakan logika dibanding perasaan. "Kembali ke Honda tentu akan sangat romantis, dan jelas saya sangat menginginkannya. Tetapi saya sudah mengambil cukup banyak risiko di lintasan. Ada saatnya Anda harus membuat keputusan menggunakan kepala, bukan hati, seperti ketika saya memutuskan meninggalkan Honda. Dan keputusan itu ternyata berjalan sangat baik," tutup Marquez kepada DAZN.
Pengakuan tersebut sekaligus menegaskan bahwa stabilitas proyek Ducati menjadi faktor utama dalam keputusan Marquez. Di tengah dimulainya era regulasi baru MotoGP pada 2027, pembalap Spanyol itu memilih mempertahankan paket yang terbukti kompetitif dibanding mengambil risiko memulai proyek baru bersama mantan tim yang membesarkan namanya.



Diskusi & Komentar (0)
Mari Bergabung dalam Diskusi!
Masuk dengan mudah untuk mulai memberikan komentar, membalas, dan berinteraksi dengan pembaca lainnya.
Komentar Terbaru
Belum ada komentar. Jadilah yang pertama!